Media Cetak di Amerika Serikat Meradang (2-Selesai)

Agustus 13, 2017
Belum ada gambar

Media cetak di Amerika Serikat sedang diuji. Masa-masa sulit harus dihadapi, dan entah kapan akan berakhir.

==========================

Oleh: Sukriansyah S. Latief

Wartawan Senior Harian FAJAR

==========================

IKLAN sebagai ‘gizi’ terbitnya media cetak, kini semakin berkurang, sementara biaya cetak dan operasional meningkat. Media cetak pun makin kurus alias menipis, atau bahkan mengecil.Setiap minggu, ada saja media yang memberhentikan karyawannya, atau kalau tetap mau bertahan, mesti siap menerima pengurangan gaji. Berbagai kiat dilakukan media cetak untuk bisa bertahan terbit, mesti tidak menjamin akan tetap terbit.Kondisi ini tentunya sangat ironis, bila kita melihat betapa jayanya media cetak Amerika, beberapa tahun lampau. Coba kita lihat saja apa yang dialami Koran St Louis Post-Dispatch, yang terbit di Saint Louis, Texas. Koran yang ada sejak 1878 itu, dalam 3 bulan ini saja telah kehilangan 60 karyawan, baik yang dikeluarkan atau yang mengundurkan diri. ”Mereka itu ada yang wartawan dan staf,” kata Jeremy Kohler, 36 tahun, yang 15 tahun menjadi wartawan, dan 10 tahun bekerja di St. LP-D.Saat ini, di koran yang beroplah 275.000 pada hari biasa dan 475.000 pada hari Minggu itu, ada sekitar 400 karyawan, di antaranya 60 wartawan lapangan dan 20 redaktur. Oplah yang ada saat ini jauh lebih kurang dibanding oplah tahun lalu, dan kini terbit kadang hanya 28 atau 32 halaman pada hari Senin-Sabtu, walau pada hari Minggu bisa 2 kali lipat.Menghadap krisis ini, lanjut Jeremy, pihaknya mengurangi jumlah kantor perwakilan di daerah, mengurangi biaya langganan jaringan networking, dan juga biaya-biaya perjalanan. ”Ya, termasuk tentunya biaya investigative reporting. Jadinya yang penting-penting dan besar saja,” kata Jeremy yang telah sekiatr 5 tahun menjadi jurnalis investigator.

Komentar

VIDEO TERKINI