SEMARANG, RAKYATJATENG – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau dimulainya penyuntikan vaksin dosis kedua pada program vaksinasi Covid-19 tahap II di Balaikota Semarang, Senin (8/3/2021).
Dalam kesempatan tersebut Hendi, sapaan akrabnya, menyebut vaksinasi tahap II untuk Kota Semarang sudah melebihi target awal yang ditetapkan.
Dengan 125.000 dosis yang diterima oleh Pemkot Semarang, sebenarnya target awal vaksinasi baru ditargetkan untuk 62.000 sasaran saja. Namun ia mendapatkan catatan bahwa telah ada 73.446 sasaran yang menerima vaksin tahap II untuk penyuntikan vaksin dosis pertama.
“Jadi dari 125.000 dosis vaksin yang kami terima, catatan dari kawan-kawan di Dinas Kesehatan warga yang sudah melakukan penyuntikan vaksin dosis pertama untuk tahap II sebanyak 73.446, yang artinya terobosan di Kota Semarang dalam pelaksanaan vaksin kedua ini sebagian sudah diambil untuk tambahan masyarakat,” terang Hendi.
“Jadi nanti sisanya menunggu vaksin berikutnya yang akan datang. Pada minggu ini dari provinsi (Pemprov Jateng) akan memberi tambahan vaksin ke Kota Semarang, tapi belum turun berapa yang akan diberikan kepada kami,” imbuhnya.
Selain itu, Hendi mengungkapkan jika proses vaksinasi di Kota Semarang juga akan ditinjau langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).
Hendi menuturkan Presiden Jokowi akan melakukan pengecekan langsung proses vaksinasi untuk masyarakat kelompok lanjut usia (lansia), yang termasuk dalam tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Ya pada hari Rabu nanti kita akan kedatangan tamu juga, yaitu Pak Presiden yang nanti akan meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kota Semarang. Beliau rencananya akan mengunjungi vaksinasi untuk sesepuh, senior, lansia, yang masuk dalam kelompok tokoh masyarakat, tokoh agama, atau para kyai. Mudah-mudahan nanti kegiatannya lancar,” ujar Hendi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, telah melaporkan ke pemerintah pusat terkait daftar penerima vaksinasi dosis kedua.
“Kemarin kita sampaikan kepada teman-teman di pusat, terkait untuk suntikan kedua siapa-siapa saja yang akan menerima. Sampai sekarang yang kita hubungi semuanya masih bersedia hadir,” jelas Hakam.
Di sisi lain, Hendi selaku juga menginformasikan adanya penurunan tingkat hunian rumah sakit untuk pasien Covid-19 yang saat ini hanya terpakai 30-40% saja. Bahkan beberapa rumah sakit telah menutup ruang isolasinya.
“Yang saya monitor pasti yang RSWN, bu Direktur juga sudah izin kepada saya untuk ruang karantina dipakai pasien umum yang lain, ya silakan, tidak ada masalah, kalau memang trennya sudah semakin menurun ya kenapa kita harus mempertahankan membuka ruang karantina tersebut. Termasuk kalau angkanya seperti ini terus, kita pertimbangkan karantina di Islamic Center juga akan dikembalikan,” tekan Hendi. (Sen)