Eksvakasi Temukan 3 Candi Penyangga Watu Genuk

November 9, 2021

HATI-HATI: Tim BPCB Jawa Tengah cek temuan tiga candi baru di Kragilan, Mojosongo. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Eksvakasi atau penggalian penelitian situs Watu Genuk di Desa Kragilan, Mojosongo, Boyolali, membuahkan hasil. Ditemukan tiga candi perwara atau candi penyangga disisi barat candi inti. Diperkirakan, bangunan Candi Watu Genuk merupakan area peribadatan pada abad 8-9 masehi atau masa Mataram Hindu.

Proses penggalian menemukan struktur bangunan candi ditiga petak berbeda. Beberapa temuan batu relief berbentuk ular dan batu-batu lepas. Lantas diamankan di salah satu rumah warga yang beragama Hindu. Sayangnya, eksvakasi tahap kedua oleh Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah selesai.

Pamong Budaya Ahli Muda BPCB, Winarto mengatakan, penggalian ini merupakan lanjutan dari eksvakasi tahap pertama 2016 silam. Salah satunya ditemukan struktur bangunan candi dengan yoni berukuran besar.

Awalnya, diperkirakan terdapat struktur bangungan berbentuk pagar atau talut. Pada eksvakasi kedua ini, tim BPCB mengembangkan dengan membuat kotak-kotak atau tanah yang dipatok lainnya berdasarkan data sebelumnya.

”Hasil pengembangan ini, kami lihat gejala atau anomali tanah. Lalu dilakukan penggalian pada kotak lain dan ditemukan tiga bangunan lain di sisi utara dan selatan,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, kemarin (8/11).

Tiga struktur bangunan ini diperkirakan berbentuk candi dengan ukuran serupa dengan candi inti yang ditemukan 2016 silam. Diperkirakan tiga candi perwira ini memiliki ukuran yang sama yakni 5,5 x 5,5 meter persegi dengan pintu masuk tiap candi disisi timur.

Dijelaskan, bangunan ini digunakan untuk peribadatan Agama Hindu pada masa Mataram kuno. Sedangkan bukti penguatnya, ditemukan patung nandi, yoni dan lingga serta ornamen kala.

”Lalu temuan lainnya, yakni ada penggunaan bahan alam. Seperti di sisi utara ditemukan batu padas keras yang menjadi alas penyusun batu. Baru di sisi semakin ke selatan semakin rendah, sehingga diberi tumpukan-tumpukan batu untuk mensejajarkan candi. Pada kedalaman 1,5 meter ini sudah diketahui lantai dasar candi. Karena dibatu terbawah terlihat struktur kasar batu yang terpendam tanah pada saat itu,” bebernya.

Komentar

VIDEO TERKINI