Liverpool Derita Kekalahan Pertama Musim Ini, Ditundukkan West Ham 3-2

November 8, 2021

Gelandang serang West Ham United Pablo Fornals melakukan selebrasi seusai menjebol gawang Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Olimpiade London, Inggris, Minggu (7/11/2021) waktu setempat. ANTARA/REUTERS/Tony O'Brien.

RAKYATJATENG – West Ham United memaksa Liverpool menelan kekalahan pertama musim ini setelah menundukkan tamunya itu dengan skor 3-2 di Stadion Olimpiade London, Minggu waktu setempat (Senin WIB).

Hasil itu menjadi kali pertama tim besutan Juergen Klopp menelan kekalahan dalam 17 pertandingan dalam semua kompetisi, sekaligus menyudahi catatan tak pernah kalah Liverpool pada angka 20 laga berturut-turut Liga Inggris sejak musim lalu.

Berkat kemenangan ini, West Ham sukses melewati posisi Liverpool dalam klasemen. Tim besutan David Moyes kini menduduki urutan ketiga dengan mengumpulkan 23 poin sehingga menggusur Liverpool (22) ke peringkat keempat, demikian catatan laman Liga Inggris.

Kegagalan mengantisipasi situasi bola-bola mati menjadi biang kekalahan Liverpool karena dua dari tiga gol yang dicetak West Ham lahir dari sepak pojok.

Gol pembuka keunggulan West Ham tercipta saat pertandingan belum genap berusia empat menit melalui sepak pojok tajam kiriman Pablo Fornals yang gagal dihentikan Alisson Becker dan kiper Liverpool ini malah mencetak gol bunuh diri.

Para pemain Liverpool sempat memprotes bahwa Alisson diganggu oleh Michail Antonio dan Angelo Ogbonna dan wasit Craig Pawson sempat berkonsultasi dengan VAR sebelum tetap mengesahkan gol tersebut.

Liverpool memang mendominasi penguasaan bola tapi kesulitan menembus pertahanan West Ham yang digalang dengan sangat solid dan membutuhkan tendangan bebas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-41 melalui Trent Alexander-Arnold.

Alexander-Arnold melepaskan tendangan bebas yang begitu akurat melewati pagar hidup West Ham dan melesak mulus ke dalam gawang, jauh dari jangkauan kiper Lukasz Fabianski.

Pada babak kedua, Liverpool memang masih lebih banyak menguasai bola, tetapi kinerja mereka kurang optimal di lini tengah sehingga garis pertahanan tinggi yang diterapkan kerap dirundung ancaman.

Komentar

VIDEO TERKINI