Polisi Bongkar Sindikat Penggandaan Uang: “Ritual” di Hotel, Rp100 Juta Amblas

November 3, 2021

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto (tengah) memimpin jumpa pers di halaman Mapolres Wonogiri, Rabu (3/11).

WONOGIRI, RAKYATJATENG – Polres Wonogiri berhasil membongkar dugaan sindikat tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus menggandakan uang. Korban diiming-imingi uangnya bertambah lima kali lipat.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto mengatakan, kasus itu terkuak usai pihaknya mendapatkan laporan dari Yakob, 46, warga Kota Batam yang merasa ditipu oleh para tersangka. Kejadian itu terjadi di salah satu hotel di Kecamatan Wonogiri Kota pada Selasa (26/10) lalu.

Berbekal informasi dari korban, polisi langsung bergerak cepat untuk meringkus tersangka. Ada dua tersangka yang berhasil diamankan polisi.

Tersangka pertama adalah Warno alias Heri, 33, warga Kecamatan Banjarsari, Kota Solo yang diamankan di Kota Solo pada Rabu (27/10) sore. Sementara satu tersangka lain yakni Kemis alias Wali, 44, warga Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar ditangkap di rumahnya pada Kamis (28/10) dini hari.

“Si Wali ini yang bertindak sebagai dukun yang seolah-olah bisa menggandakan uang,” terang kapolres didampingi Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Supardi saat jumpa pers di halaman Mapolres Wonogiri, Rabu (3/11).

Sementara itu, Warno bertindak sebagai orang yang melakukan antar jemput korban. Polisi masih memburu A, otak dari para tersangka lain.

A adalah orang yang berhasil berkenalan dan meminta Yakob agar datang ke salah satu hotel di Kecamatan Wonogiri Kota untuk menggandakan uangnya.

Terbujuk dengan iming-iming uangnya bakal berlipat ganda, Yakob pun sepakat datang ke Wonogiri. Setelah bertemu di lokasi, korban langsung menyerahkan uangnya sebesar Rp 100.000.000.

Ritual “penggandaan uang” pun dilakukan dengan sejumlah uba rampe yang tersedia di kamar hotel. Uang korban dimasukkan ke kantong plastik yang di dalamnya terdapat bunga dan sesajen.

Komentar

VIDEO TERKINI