Manfaatkan Sampah Plastik, Lahan DLH Kota Semarang Disulap Jadi Taman Edukasi Lingkungan

Oktober 10, 2021

SEMARANG, RAKYATJATENG – Banyak cara untuk mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang bernilai. Salah satunya, seperti apa yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang bersama PT Marimas Putera Kencana dan Proklim Purwokeling.

Dengan memanfaatkan sampah plastik, mereka membuat ecobrick dan menyulap lahan di samping Kantor DLH menjadi taman edukasi lingkungan, yang bernama Taman Ecobrick.

Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono menjelaskan, pembangunan Taman Ecobrick ini sebagai bagian dari upaya Pemkot Semarang dalam mengendalikan sampah plastik.

“Ini salah satu cara mengendalikan yang sudah menjadi sampah agar tidak terbuang secara bebas, dengan pembuatan ecobrick yang diinisiasi oleh Marimas. Maka kita aplikasikan dan manfaatkan,” ujar Sapto, Sabtu (9/10/2021).

Taman Ecobrick tersebut akan memanfaatkan 20.000 botol ecobrick yang dibuat oleh komunitas dan masyarakat Kota Semarang.

“Kita coba aplikasikan sesuai namanya. Ecobrick berasal dari kata eco yang berarti ramah lingkungan, dan brick berarti bata, maka kita manfaatkan untuk bangunan luar ruang. Jadi Taman Ecobrick ini bentuk nyata ecobrick yang digunakan sebagai pengganti batu bata dan menjadi sebuah bangunan,” jelasnya.

Humas Marimas, Lantip Waspodo menambahkan, bahwa Taman Ecobrick ini juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan Marimas.

“Marimas mulai mengenalkan membuat ecobrick kepada masyarakat Semarang tahun 2017. Saat ini kita berbangga bahwa Kota Semarang dapat memanfaatkan sampah plastik tidak terpakai menjadi ecobrick yang kemudian jadi sebuah taman,” katanya.

Eko Gustini Wardani Pramukawati dari perwakilan Proklim Purwokeling yang memimpin pembuatan ecobrick menyampaikan bahwa bangunan ecobrick menggunakan bahan dari lingkungan.

“Ecobrick yang digunakan untuk luar ruang perlu dilapisi tanah liat, karena jika plastik terkena sinar matahari dapat mengeluarkan dioksin atau racun. Maka harus dilapisi tanah liat terlebih dahulu. Lapisan tanah liat ini terdiri dari campuran lempung, kotoran kerbau dan jerami,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI