Pemerintah Mentargetkan Tol Solo-Jogja Beroperasi 2023

Oktober 7, 2021

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pemerintah menargetkan Tol Solo-Jogja bisa beroperasi pada 2023. Saat ini masuk proses pembebasan lahan. Harapannya akses cepat ini bisa selesai sesuai target.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri mengatakan, pihaknya sudah melihat langsung lokasi yang bakal dibebaskan untuk pembangunan Tol Solo-Jogja. Proyek tersebut terbagi menjadi tiga seksi. Seksi I, Tol Solo-Jogja dimulai dari Kartasura, Sukoharjo sampai di Purwomartani, Sleman, DIJ.

Ruas seksi I terbagi menjadi empat bagian ruas yakni, Kartasura-Karanganom, Karanganom-Klaten Kota, Klaten kota-Prambanan, dan Prambanan-Purwomartani. Total panjang ruas seksi I Kartasura Solo-Purwomartani sepanjang 35,64 kilometer (km).

“Ini salah satu proyek pembangunan yang bisa menyatukan segi emas Semarang-Solo-Jogjakarta,” tambahnya seperti dilangsir Jawa Pos Radar Semarang.

Selanjutnya seksi II ruas Purwomartani-JC Sleman sepanjang 21,36 km, dan seksi III dari JC Sleman-Purworejo 38,57 km. Dilengkapi 10 pintu tol yakni Kartasura, Karanganom, Klaten, Prambanan, Purwomartani, Gamping, Sentolo, Wates, Kulon Progo, dan Purworejo.

“Proyek jalan tol sepanjang 96,574 km itu akan melewati tujuh kabupaten yakni Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dengan pintu keluar (exit) terakhir di perbatasan Purworejo,” tambahnya.

Corporate Communication PT Jogjasolo Marga Makmur (JSMM) Ahmad Izzi mengatakan, mengenai kebutuhan lahan untuk seksi I seluas 5.493.290 meter persegi, dengan 6.791 bidang, dan estimasi uang ganti rugi sebesar Rp 5,7 triliun.

Tahun ini proses pembebasan lahan sedang dilakukan. Dia berharap kepada seluruh masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan tol supaya bekerja sama sehingga proyek ini bisa berjalan lancar. Mengingat dana yang dikucurkan pemerintah tidak sedikit.

“Jika pembebasan lahan selesai langsung dilanjutkan dengan pembangunan fisik,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI