Refarming Frekuensi 2,3 GHz Rampung September 2021, Tingkatkan Kualitas Layanan di 9 Klaster

Oktober 1, 2021

JAKARTA, RAKYATJATENG – Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan penataan ulang (refarming) pita frekuensi 2,3 GHz.

Menurut Menkominfo Johnny G Plate, penataan ulang itu dilakukan setelah penetapan Telkomsel dan Smartfren sebagai pemenang seleksi pengguna pita frekuensi 2,3 GHz pada Mei lalu.

“Penataan ulang pita frekuensi radio 2,3 GHz ini dilaksanakan sejak 14 Juli 2021 sampai 28 September 2021, dengan perubahan frekuensi pada 15.577 Base Transceiver Station (BTS) dan dilakukan secara bertahap melalui 9 klaster di berbagai daerah di Indonesia,” jelasnya dalam konferensi pers penyelesaian refarming 2,3 GHz, di Ruang Media Center Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Turut hadir dalam konferensi pers Direktur Jenderal SDPPI Ismail, Presiden Direktur PT Smart Telecom (Smart) Merza Fachys, Dirut PT Berca Hardayaperkasa Bintoro Yuwono, dan Direktur Network Telkomsel Nugroho.

Menurut Menteri Johnny, sembilan klaster tersebut mencakup Kepulauan Riau, Sumatera Bagian Utara, Jawa Bagian Tengah, Sulawesi Bagian Utara, Banten, DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, Jawa Bagian Barat kecuali Bogor, Depok, dan Bekasi.

“Klaster 7a sebagian Jawa Bagian Timur yang meliputi antara lain Kabupaten dan Kota Malang, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar, dan Kabupaten dan Kota Madiun. Dan klaster 7b sebagian Jawa Bagian Timur yang meliputi antara lain Kota Surabaya, kabupaten/kota Mojokerto, dan Kabupten Sumenep, serta klaster 8 Papua, Maluku, dan Maluku Utara” jelasnya.

Menkominfo menjelaskan pelaksanaan penataan ulang pita frekuensi radio 2,3 GHz dilakukan atas dasar dua payung hukum. Yaitu Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 300 Tahun 2021 tentang Penataan Ulang (Refarming) Pita Frekuensi Radio 2,3.

Komentar

VIDEO TERKINI