BMKG: Musim Hujan di Jateng Datang Lebih Awal, Waspada Bencana

September 27, 2021

SOLO, RAKYATJATENG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang memprediksi musim penghujan datang lebih cepat. Hal ini perlu diwaspadai mengingat hujan yang datang lebih awal di peralihan musim kemarau basah ke penghujan bakal disertai dengan berbagai fenomena alam esktrem.

Update peringatan cuaca dini di wilayah Jawa Tengah dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan intensitas hujan sedang-lebat kerap terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Secara normal musim hujan datang pada Oktober-November.

“Dalam dua tahun ini kemaraunya lebih pendek atau ada yang menyebut kemarau basah (hujan di tengah musim kemaru, Red). Di Jawa Tengah biasanya musim hujan di akhir Oktober hingga awal November, tapi BMKG secara resmi sudah merilis bahwa musim hujan datang lebih awal (lebih cepat satu dasarian, Red),” jelas Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG A. Yani Jawa Tengah Iis Widya Harmoko, Minggu (26/9/2021).

Fenomena hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini terjadi karena peralihan musim atau pancaroba. Hal yang umum ditemukan pada peralihan musim seperti ini adalah hujan yang disertai angin kencang. Bahkan di beberapa wilayah dapat disertai dengan puting beliung maupun fenomena hujan Es.

“Fenomena hujan untuk waktu-waktu ini masih akan disertai angin kencang dan sejenisnya. Jadi diharapkan masyarakat bisa lebih waspada terhadap fenomena yang muncul seiring hujan-hujan yang terjadi di wilayah masing-masing,” kata dia.

BMKG Jateng secara khusus meminta agar masyarakat juga mewaspadai bencana hidrometerlogi yang bisa muncul seiring terjadinya hujan-hujan pada masa ini. Fenomena hidrometerlogi bisa menyebabkan banjir bandang, munculnya genanagan, bahkan hingga tanah longsor di beberapa daerah.

Komentar

VIDEO TERKINI