Pasar Janglot Kobong: Tak Ada Anggaran, Pedagang Perbaiki Mandiri

September 26, 2021

TINGGAL PUING: Pasar Janglot, Sragen terbakar Sabtu hingga Minggu dini hari. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN, RAKYATJATENG – Kebakaran Pasar Janglot, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mengalami kebakaran hebat Sabtu malam hingga Minggu dini hari menelan kerugian Rp 1,5 miliar.

Untuk revitalisasi Pemkab Sragen belum akan menganggarkan, pedagang diminta memperbaiki kios dan los secara mandiri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen Tedy Rosanto mengatakan, kerugian terbakarnya Pasar Janglot ditaksir Rp 1,5 miliar.

Pihaknya membenarkan sempat ada pemadaman dan dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.

Selain itu lokasi yang rapat antar pedagang dan bahan dagangan yang mudah terbakar menjadi salah satu penyebab api cepat membesar. ”Pedagang memang cukup rapat dan mudah terbakar,” ujar Tedy.

Dia mengatakan, saat ini tidak ada anggaran untuk perbaikan pasar. Sehingga dia berharap pedagang aktif membersihkan dan memperbaiki dengan usaha sendiri. Supaya bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Demikian juga terkait pembangunan, pasar tersebut belum direncanakan. Karena membutuhkan anggaran besar, sehingga yang paling memungkinkan dalam waktu dekat yakni membuat detail engineering design (DED) terlebih dahulu.

Untuk diketahui, kebakaran di Pasar Janglot terjadi pukul 23.30 WIB. Awalnya pada sore hingga malam hari lokasi diguyur hujan lebat. Lantas ada pemadaman listrik di kawasan tersebut.

Kemudian listrik baru menyala kembali sekitar pukul 23.30 WIB. Bersamaan itu muncul kobaran api dari salah satu kios pasar milik Rini, 54, warga Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal. Api diduga berasal dari korsleting listrik kios itu. Selanjutnya api semakin membesar dan merembet ke beberapa los dan kios.

Komentar

VIDEO TERKINI