25 Tahun Mengabdi, Alumni Akabri 1996 Gelar Vaksinasi bagi Mahasiswa di Solo

September 16, 2021

SURAKARTA, RAKYATJATENG – Alumni Akabri 1996 Bharatasena melanjutkan momentum 25 tahun pengabdiannya dengan menggelar percepatan vaksinasi dosis pertama untuk kalangan mahasiswa, yang dipusatkan di Auditorium Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Rabu (15/9/2021).

Pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan alumni Akabri 1996 bertajuk “Kebut Vaksinasi Presisi”. Sebelumnya telah menggelar pelatihan dan pengembangan UMKM berbasis digital serta bakti sosial.

“Kami menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Solo Raya dan mengajak relawan vaksinator dari berbagai instansi,” kata Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Ade Safri, selaku penanggung jawab kegiatan tersebut mengatakan, antusias kalangan mahasiswa cukup tinggi terbukti dari peserta vaksinasi yang mencapai 1.674 peserta.

“Target awal 2.000 dosis akan disuntikkan, realisasi melampaui 75 persen. Mengingat kesibukan rekan-rekan mahasiswa, pencapaian dengan jumlah tersebut cukup luar biasa,” katanya.

Ditambahkan, relawan yang ikut andil dalam kegiatan Kebut Vaksinasi Presisi tersebut berjumlah 14 tim, dengan rincian 12 tim vaksinator ditambah 2 tim relawan PMI.

“Mereka berasal dari berbagai instansi dan perusahaan, termasuk dari Dokkes Polri dan staf Unisri,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan, kegiatan yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat ini berjalan lancar dan tertib.

“Selama pelaksanaan tidak terdapat kendala berarti. Peserta vaksinasi tidak ada yang mengalami Kondisi Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng sekaligus Korwil Akabri 1996 Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, kegiatan Kebut Vaksinasi Presisi adalah respon alumi Akabri 1996 untuk membantu pemerintah dalam akselerasi percepatan vaksinasi Covid-19.

“Sampai saat ini, sekitar 34 persen atau 72 juta orang warga Indonesia sudah divaksin dosis pertama. Sementara target nasional agar tercapai herd immunity adalah sekitar 208 juta orang harus divaksin secara lengkap,” kata Iqbal. (Sen)

Komentar

VIDEO TERKINI