Harga Telur Anjlok, Peternak Tombok, Per Hari Minus Jutaan Rupiah

September 11, 2021

Tukino sendiri memiliki 7 ribu ekor ayam petelur. Sejak harganya turun, dia harus tombok kantong dengan rata per harinya mencapai Rp 1.750.000 untuk pakan ayam saja. Belum sampai biaya vaksin, air, obat ayam, gaji karyawan dan operasional lainnya. Sehingga peternak ayam petelur rakyat terancam gulung tikar jika harga tak kunjung membaik.

“Untuk di Boyolali sirkulasi telur sehari rata-rata 15 rit. Atau sekitar 75 ton setiap hari. Masalahnya permintaan memang ada tapi menurun. Padahal telur harus keluar terus karena rawan busuk. Tahannya hanya 10 hari. Saya bahkan sering membuang telur karena busuk, sampai kuintalan,” ungkapnya.

Hal serupa juga dikeluhkan peternak ayam petelur asal Randu, Jelok, Cepogo, Taufan. Anjloknya harga telur dirasakan sejak sebulan terakhir. Harga pokok produksi (HPP) perekor ayam sekitar 20 ribu. Dia sendiri memiliki 10 ribu ekor ayam dengan tiap harinya mengeluarkan pakan sebanyak 1,2 ton.

“Kalau nomboknya Rp 3 juta perhari untuk pakannya saja. Saya harap sih, harga stabil aja. Soalnya kita ternak sendiri aja resiko dah besar. Ditambah pakan naik banyak harganya sampai Rp 7 ribu/kg. Kalau harga tidak stabil, peternak rakyat ya tutup semua,” ungkapnya. (rgl/dam/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI