Harga Telur Anjlok, Peternak Tombok, Per Hari Minus Jutaan Rupiah

September 11, 2021

MENJERIT: Seorang petugas tengah mengumpulkan telor di peternakan yang ada di Winong Boyolali Kota. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Harga telur ayam terjun bebas menjadi Rp 15.400 /kilogram (Kg). Tak hanya itu, pakan ayam juga merangkak naik. Akibatnya bukan untung yang didapat, peternak ayam petelur justru tombok setiap harinya. Peternak ayam petelur semakin menjerit.

Jubir Asosiasi Peternak Ayam Petelur Boyolali, Tukino mengatakan penurunan harga telur sudah dirasakan peternak sejak pandemi Covid-19. Sempat bangkit, harga telur kembali terjun bebas hingga menyentuh angka Rp 15.400/kg. Normalnya, penjualan telur sebesar Rp 19 ribu/kg. Sedangkan harga pakan ayam terus merangkak dan tembus Rp 6.900/kg.

“Harga ayam turun drastis. Masalahnya harga pakan malah naik. Padahal produksi telur kan setiap hari, dan ayam juga harus dikasih pakan terus. Jadi mau tidak mau harus tombok, wong nyawa,” keluh Tukino, di kandang ayamnya di Winong, Boyolali Kota, Jumat (10/9), dikutip dari Jawa Pos Radar Solo.

Anjloknya harga telur ditengarai beberapa faktor. Seperti dampak pandemi berkepanjangan, penerapan PPKM darurat yang membuat banyak warung makan tutup dan berimbas pada penurunan permintaan pasar.

Tak hanya itu, telur ayam infertil atau telur yang gagal ditetaskan dilempar kembali dipasaran. Membuat stok telur bertambah.

“Padahal harga normal Rp 19 ribu/kg. Itu sudah dikurangi obat, makanan dan lainnya. Kalau harganya turun begini, bisa dihitung tomboknya. Seribu ayam bisa menghasilnya 40 kg telur. Itu bisa ratusan ribu untuk tombok pakannya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pakan sebanyak 1,3 ons perekor. Sehingga untuk 1.000 ekor membutuhkan pakan sebanyak 1.300 ons atau 130 kg. Jadi biaya pakan mencapai Rp 897.000 tiap harinya. Sedangkan hasil penjualan telur sebanyak Rp 616.000 per harinya.

Komentar

VIDEO TERKINI