Pemilih KTI Penentu Pemenang Pilpres, Seperti Suara Kemala Harris di AS dengan Imigrannya

September 10, 2021

JAKARTA, RAKYATJATENG – Pemilih dari Kawasan Timur Indonesia (KTI) selama ini menjadi penentu kemenangan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia.

Hasil riset tersebut terungkap dari hasil survei yang dilakukan Index Indonesia.

Menurut Index Indonesia, wilayah Pamasuka (Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan) merupakan wilayah elektoral yang sangat penting dan strategis.

Mengacu pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014 dan 2019, wilayah Pamasuka merupakan kunci yang mengantarkan Jokowi sebagai presiden dua periode, baik ketika berpasangan dengan Jusuf Kalla maupun ketika menggandeng Ma’ruf Amin sebagai wapres.

Jika dihitung berdasarkan cluster, menurut survei ini, kemenangan Jokowi (saat berpasangan dengan Jusuf Kalla atau Ma’ruf Amin) dimulai dari Jawa Tengah ke arah timur. Sebaliknya Probowo dan pasangannya selalu menang di Jawa Barat ke arah barat.

Karena penting dan strategisnya wilayah ini, maka Index Indonesia mencoba menyorot suara dari timur terkait kecenderungan pemilih wilayah ini pada kontestasi Pilres di 2024 mendatang.

Dengan jumlah pemilih sekitar 30 juta, wilayah Pamasuka menjadi demikian penting dalam perebutan suara. Siapa yang mampu merebut suara di wilayah ini dinilai akan mulus memenangkan pertarungan Pilpres.

Dengan demikian, figur yang mampu berkontribusi positif dalam mendulang suara dari wilayah ini memiliki arti signifikan.

Tokoh-tokoh yang berasal dari Indonesia Timur yang terjaring dalam hasil survei ini adalah Andi Amran Sulaiman, Syahrul Yasin Limpo dan Anis Matta. Dari hasil survei, Andi Amran Sulaiman merupakan figur yang paling berkontribusi dalam meraup suara dari wilayah Pamasuka, baik itu ketika dipasangkan dengan Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo.

Pada Anies, ketika dipasangkan dengan Andi Amran, elektabilitasnya naik menjadi 35,1 persen dari 30 persen sebelum berpasangan. Bahkan ketika berpasangan dengan Anies, posisi elektabilitas pasangan ini menduduki puncak keterpilihan paling besar. Begitu pula dengan elektabilitas Ganjar yang naik menjadi 24,3 persen dari sebelumnya 23,8 persen.

Komentar

VIDEO TERKINI