PSIS vs Persela Sore Ini: Penantian Bangkitnya Sepak Bola Pantura

September 4, 2021

SATU KAWASAN: Bruno Silva, penyerang PSIS. Foto kiri, pemain Persela Rizky Putro Utomo. PSIS dan Persela akan berduel sore ini di Stadion Wibaha mUkti, Cikarang. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMPONGAN-BASKORO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG, RAKYATJATENG – Dalam bentang wilayah antara Semarang ke Gresik, pernah lahir dua juara Liga Indonesia. Dari kawasan pesisir pantai utara (pantura) Jawa Tengah-Jawa Timur yang sama pula, pernah pada satu masa lima tim menghuni strata teratas.

Itu belum menghitung sederet bintang yang pernah dibesarkan tim-tim dari tlatah berjarak sekitar 296 kilometer tersebut. Mulai dari kiper sampai striker.

Tapi, kini kejayaan tersebut bisa dibilang tinggal tersisa pada dua nama. Yakni, PSIS Semarang dan Persela Lamongan.

Dua tim itu sore ini akan saling berhadapan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, dalam lanjutan BRI Liga 1.

Tinggal dua tim itu jagoan pantura yang masih bertahan di strata teratas kompetisi.

Banyak faktor yang membuat dua klub tersebut bisa terus bertahan. Fanatisme suporter salah satunya.

Faktor lainnya, dukungan pemerintah daerah.

Keberhasilan Persela promosi ke strata tertinggi pada Liga Indonesia edisi kesepuluh dan terus bertahan sampai sekarang tidak pernah lepas dari campur tangan pemerintah daerah. Hingga saat ini pun, sebagai klub profesional, pembina Persela adalah figur Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

PSIS, kampiun Liga Indonesia V, di bawah komando Yoyok Sukawi, seorang anggota DPR. Yoyok juga salah satu petinggi partai penguasa di Semarang, ibu kota Jawa Tengah.

Kalau kategori pantura bisa sedikit dilonggarkan, Persibo Bojonegoro bisa dibilang termasuk di tlatah yang sama. Dan, seperti banyak tim tetangga mereka lainnya, Laskar Angling Darma juga pernah harum namanya. Juara Piala Indonesia, lalu berlaga di pentas Asia.

Komentar

VIDEO TERKINI