Pemkot Solo Akan Terapkan Sertifikat Vaksin di Pelayanan Publik

Agustus 30, 2021

SOLO, RAKYATJATENG – Sertifikat vaksin yang bisa diakses di aplikasi PeduliLindungi bakal diperluas penggunaannya di semua pelayanan publik di Kota Solo. Sebelumnya aplikasi ini baru diterapkan bagi pengunjung mal dan pusat perbelanjaan.

“Di Solo (aplikasi PeduliLindungi) memang baru digunakan untuk masuk mal dan pusat perbelanjaan. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti akan dimanfaatkan juga untuk keperluan lainnya. Ini penting karena arah aplikasi ini akan digunakan untuk setiap kegiatan masyarakat,” jelas Wali Kota Gibran Rakabuming Raka, Minggu (29/8/2021).

Dia menilai pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi yang kini baru dimanfaatkan untuk mall dan pusat perbelanjaan itu sangat baik jika diterapkan di sektor lainnya. Misalnya untuk masuk pusat perdagangan seperti pasar tradisional, naik transportasi umum, syarat bepergian ke luar kota, hingga syarat dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) di perguruan tinggi dan sejenisnya.

“Yang jelas aplikasi PeduliLindungi nanti dipakai di semua tempat ya. Beberapa waktu lalu saya juga sempat bertemu dengan rektor UNS. Waktu itu saya tanya apakah para mahasiswa sudah melakukan vaksinasi, ternyata sebagian besar sudah. Saya sampaikan bahwa nanti di UNS wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi, dan beliau sudah menyanggupi,” jelas Wali Kota.

Menimbang kemanfaatan dan kemudahan penggunaan aplikasi ini menjadi alasan utama rencana penggunaan aplikasi untuk semua sektor itu. Meski demikian, pemkot tetap menimbang berbagai kemungkinan adanya masyarakat yang belum bisa memanfaatkan aplikasi itu.

Karena itu pemkot tak akan saklek dalam penerapan di lapangan. Artinya yang belum bisa memanfaatkan karena terkendala alat masih boleh menunjukkan kartu vaksin fisik masing-masing.

“Caranya gampang banget kok, tinggal scan barcode. Ya mungkin yang tidak punya smartphone bisa menggunakan kartu vaksin yang fisik tadi. Kemudian yang belum divaksin karena alasan kesehatan (komorbid, dll) harus menyertakan surat dari dokter atau sejenisnya. Yang pasti kami tidak pengin menyulitkan. Kami tidak akan membatasi warga dengan aplikasi ini. Namun jika ke depan ada instruksi dari pusat atau provinsi untuk memakai aplikasi itu ya akan saya terapkan,” beber Gibran.

Komentar

VIDEO TERKINI