30 Warga Terdampak Tol Solo-Jogja Belum Dapat Ganti Rugi

Agustus 29, 2021

LUNAS: Pembayaran uang ganti rugi Jalan Tol Solo-Jogja di Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN, RAKYATJATENG – Tahapan pembayaran uang ganti rugi (UGR) Jalan Tol Solo-Jogja terus berlanjut. Tetapi sampai saat ini ada 30 warga yang belum bisa menerima pembayaran UGR dari proyek strategis nasional (PSN). Disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya karena berkas belum lengkap.

“Dari 12 desa itu kurang lebih ada sekitar 30 warga yang belum bisa dibayarkan UGR. Ada yang sertifikatnya masih di luar negeri. Seperti di Desa Sidoharjo yang masih dibawa di Jerman,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono, Sabtu (28/8/2021).

Sulis mengungkapkan, faktor lainnya, karena ada permasalahan internal pada ahli waris. Maka itu harus diselesaikan terlebih dahulu dengan menggelar musyawarah yang diserahkan ke masing-masing ahli waris. Mengingat hal itu bukan menjadi kewenangan BPN Klaten.

Ia mencontohkan, di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, setelah ada penyelesaian oleh ahli waris sehingga BPN bisa mengajukan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk segera mendapatkan pembayaran UGR. Mengingat tinggal satu bidang saja yang belum menerima pembayaran ganti rugi tersebut.

“Kita sebenarnya menunggu, dalam arti supaya segera diselesaikan secepatnya. Karena untuk fisiknya sudah dimulai, jangan sampai nanti fisiknya terkendala hanya karena satu atau dua orang saja,” tambahnya.

Berdasarkan data dari BPN Klaten untuk sampai saat ini warga terdampak tol yang sudah menerima pembayaran UGR tersebar di 12 desa di empat kecamatan meliputi Polanharjo, Delanggu, Ceper dan Karanganom. Total pembayaran UGR yang sudah digelontorkan oleh tim pembebasan lahan Jalan Tol Solo-Jogja sekitar Rp 800 miliar.

Komentar

VIDEO TERKINI