Ning Nawal: Kecerdasan Perempuan Indonesia Tidak Bisa Dianggap Remeh

Agustus 24, 2021

SEMARANG, RAKYATJATENG – Ketua Badan Kerja sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng, Nawal Nur Arafah Yasin mengatakan bahwa perempuan, khususnya santriwati dituntut bisa menjadi aktor strategis di dalam pembangunan.

Hal itu disampaikan istri dari Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen tersebut saat melakukan live di Instagram bersama akun @impressive.santri dengan tajuk “Peran Perempuan Pesantren: Dulu Kini dan Nanti”, baru-baru ini.

“Kecerdasan serta kepiawaian perempuan-perempuan Indonesia khususnya, tidak bisa lagi dianggap remeh karena telah turut berkontribusi terhadap pembangunan,” terangnya.

Pembangunan tersebut, tidak hanya dalam arti sempit saja. Namun, juga bisa dalam arti luas yakni membangun karakter masyarakat agar menjadi lebih baik dan sejahtera.

“Tidak hanya pembangunan di desa-desa, tetapi juga pembangunan secara nasional yang dapat mengubah kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dan sejahtera,” ujarnya.

Selain menjadi aktor pembangunan, Ning Nawal sapaan akrabnya, mengatakan, perempuan juga mampu menjadi roda penggerak ekonomi. Terlebih, disaat pandemi Covid-19.

“Pada masa pandemi ini, dengan dampak yang luar biasa. Dituntut kreativitas kita dalam ekonomi yang lebih mendayagunakan UMKM yang ada, misal UMKM yang diinisiasi oleh santriwati seperti beberapa produk makanan. Ini sangat berpengaruh untuk meningkatkan ekonomi,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada santriwati untuk mampu beradaptasi pada era digitalisasi saat ini. Terlebih pada revolusi industri 4.0. “Adanya tantangan revolusi industri 4.0. Kita (para perempuan) juga dituntut untuk harus adaptif, dalam hal kecakapan berteknologi,” katanya.

Dengan penguasaan teknologi yang baik, akan menunculkan kreativitas dan inovasi dan berdampak lebih signifikan. “Dengan begitu akan membentuk karakter santri yang mandiri, ulet, dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.

Komentar

VIDEO TERKINI