Air Terjun Jurangjero, Eksotisme di Kaki Gunung Lawu

Agustus 22, 2021

Perlahan-lahan, warga mulai membersihkan akses jalan masuk ke lokasi air terjun. Serta membangu jembatan dan gubuk.

”Awalnya hanya gerojogan dan kali. Kemudian oleh warga dibersihkan, dibangun akses jalan masuk, gubuk, rumah-rumahan, dan jembatan untuk melihat gerojogan,” terang Sri Lestari.

Diakui dia, yang masih menjadi kendala adalah jalan ke lokasi. Sejauh ini barus bisa dikses sepeda motor. Sementara pengendara roda empat harus memarkir mobilnya di lokasi cukup jauh dari air terjun. Sehingga harus dilanjutkan jalan kaki cukup jauh.

”Kalau mobil harus berhenti di bawah, terus jalan kaki naik,” paparnya.

Sejak pandemi, air terjun Jurangjero mendadak sepi. Karena belum dibentuk struktur organisasi pengelolanya, oleh warga hanya disediakan kaleng atau kotak amal di pintu masuk.

Kepala Dusun Jurangjero Sutardo mengungkapkan, selama ini Jurangjero masih dikelola karang taruna setempat. Sebelumnya sempat mengusulkan bantuan ke pemerintah daerah agar ikut mengembangkan potensi ini. Namun, lantaran akses jalan yang belum memadai, wisata tersebut belum mendapat bantuan.

”Air terjun ini potensinya luar biasa. Syukur-syukur ada yang mengelola, baik pihak ketiga ataupun pemerintah kabupaten. Karena kalau hanya desa ataupun dusun memang belum mampu. Apalagi akses dan fasilitas lainya, tentunya harus ada orang lain yang ikut dalam pegembangan wisata tersebut,” terang Tardo. (rud/adi/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI