Gibran Kejar Target Tracing di Solo, Tekan Tarif PCR Jadi Rp 450 Ribu

Agustus 18, 2021

“Ke depan kalau memungkinkan bisa kami tambah lab baru. Kalau perintahnya seperti itu, akan kami laksanakan saja. Ini kan juga untuk mendukung tracing. Kalau instruksinya harus dipercepat prosesnya dan dibikin murah harganya, ya akan kami lakukan,” jelas dia.

Berdasarkan data situasi Covid-19 Kota Solo per 16 Agustus lalu, capaian tes tracing di Solo telah mencapai 203.516 sasaran. Rinciannya rapid antigen sebanyak 104.270 sasaran dan tes PCR 99.246 sasaran. Berdasarkan data tersebut, capaian tes tracing harian di Kota Solo telah lebih dari 1.000 sasaran per hari.

“Testing kami ditarget minimun sudah mencapai 1.112 sasaran per hari. Saat ini capaian per harinya malah bisa sampai 1.500-an sasaran,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta Siti Wahyuningsih.

Capaian setinggi itu, sambung dia, dilakukan dengan metode yang terarah. Sejak awal, dinkes memang tidak menggunakan metode tes acak atau sampling. Namun, lebih menyasar kepada area terkonfirmasi saat ditemukan suatu kasus baru.

Dengan teknis seperti itu, upaya tes tracing yang dilakukan lebih tepat sasaran karena menyasar kepada mereka yang bergejala dan kontak erat atau suspect Covid-19.

“Makin banyak yang dites justru akan semakin baik. Pekerjaan rumah kami tinggal menurunkan positivity rate, karena Solo masih 20 persen,” papar dia.

Tingginya positivity rate di Solo bukan karena angka kasus harian, mengingat pos tersebut sudah mengalami penurunan hingga dua digit pada dua pekan terakhir. Pihaknya mulai berkoordinasi intens dengan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang menangani pasien Covid-19 agar semakin detail dalam melampirkan laporan tes tracing yang dilakukan.

“Biasanya yang dilaporkan hanya yang positif, yang negatif tidak dilaporkan. Ini yang membuat positivity rate tinggi. Yang baik itu kan jika positivity rate di bawah 5 persen,” tutur dia. (ves/bun/ria/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI