Gibran Kejar Target Tracing di Solo, Tekan Tarif PCR Jadi Rp 450 Ribu

Agustus 18, 2021

SOLO, RAKYATJATENG – Upaya meningkatkan tes tracing terus dilakukan Pemkot Surakarta agar status Kota Solo segera turun ke level 3. Targetnya harus 1.112 sasaran per hari.

Di sisi lain, agar tidak memberatkan masyarakat, pemkot bakal mengawasi agar tarif tes PCR bisa ditekan menjadi Rp 450 ribu – Rp 550 ribu.

Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, merujuk pada instruksi menteri (inmen) dalam negeri, testing, tracing, dan treatment perlu ditingkatkan dengan target positivity rate lebih dari 10 persen.

Dalam ketentuan itu, testing perlu ditingkatkan kepada mereka yang bergejala dan kontak erat (suspect) dengan mengikuti ketentuan yang sudah dipaparkan dalam inmen.

“Dalam ketentuan inmen, sasaran per hari sudah sampai target. Tes tracing kami kan termasuk yang tertinggi di Indonesia. Ini akan kami pertahankan terus. Meski angka kasus hariannya sudah berkurang, bukan berarti tes tracing akan dikurangi. Kami kejar agar capaiannya optimal,” kata Gibran.

Guna memperluas dan mempercepat capaian target tes tracing di Solo, pemkot memastikan bakal mengikuti arahan pemerintah pusat soal harga tes PCR. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Kesehatan agar menurunkan tarif tes PCR menjadi Rp 450 – Rp 550 ribu. Harapannya dapat meningkatkan capaian tes-tracing di Indonesia.

“Arahannya tarif PCR jadi Rp 450 ribu – Rp 500 ribu dan mempercepat prosesnya. Kami ikuti arahan dari pusat saja,” tegas walikota.

Disinggung soal kecepatan keluarnya hasil PCR, putra Presiden Joko Widodo ini juga siap menambah fasilitas laboratorium yang diperlukan untuk mempercepat proses tes PCR. Mengingat Kota Solo baru punya satu laboratorium, Gibran akan menambah fasilitas terkait jika diperlukan.

Komentar

VIDEO TERKINI