KPK Geledah Kantor Pengolahan Aspal di Purbalingga

Agustus 11, 2021

PURBALINGGA, RAKYATJATENG – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi pemborongan, pengadaan atau persewaan pada Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2017-2018 dan penerimaan gratifikasi.

Kali ini, tim penyidik KPK menggeledah sebuah kantor pengolahan aspal di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Selain kantor PT SW yang berlokasi di Jalan Yasadiwirya Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Jawa Tengah, tim penyidik KPK juga turut menggeledah sebuah rumah kediaman di Jalan Dipokusumo, Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

“Hari ini (11/8/2021) Tim Penyidik mengagendakan penggeledahan di dua lokasi tersebut,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (11/8).

Sampai saat ini, tim penyidik KPK masih menggeledah dua lokasi tersebut. Hal ini guna mencari alat bukti terkait dugaan korupsi pemborongan, pengadaan atau persewaan pada Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2017-2018 dan penerimaan gratifikasi.

“Perkembangan informasi dari kegiatan ini nanti akan kami informasikan kembali,” ucap Ali.

Tim penyidik KPK sebelumnya juga telah menggeledah kantor Bupati Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah; Rumah Dinas Bupati Banjarnegara di Jalan Dipayuda Kelurahan Kutabanjarnegara, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dan sebuah rumah kediaman di Krandengan, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

“Pada tiga lokasi tersebut, tim penyidik menemukan dan mengamankan berbagai barang bukti diantaranya berbagai dokumen yang diduga terkait dengan perkara,” ungkap Ali.

Juru bicara KPK berlatar belakang Jaksa ini menyampaikan, tim penyidik akan melakukan penyitaan dari berbagai barang bukti yang diamankan pada tiga lokasi penggeledahan tersebut.

“Penyitaan nantinya akan dilakukan terhadap berbagai barang bukti tersebut untuk menjadi salah satu bagian dalam pemberkasan perkara penyidikan ini,” ujar Ali.

Komentar

VIDEO TERKINI