Survei BPS: 92 Persen Warga Solo Gunakan Masker

Agustus 7, 2021

SOLO, RAKYATJATENG – Penerapan kebijakan PPKM darurat serta level 4 terbukti ampuh membentuk kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) di Kota Bengawan. Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, sepanjang Juli lali kepatuhan masyarakat terus meningkat.

Kepala BPS Kota Surakarta Totok Tavirijanto menjelaskan, berdasarkan survei secara online yang dilakukan pihaknya, 92 persen dari 1.069 orang berusia 17 tahun ke atas yang dijadikan sampel, mereka memakai masker satu lapis.

“Sekitar 8 persen masih abai. Untuk sampel, 59 persen perempuan dan 41 persen laki-laki,” jelas Totok, Sabtu (7/8/2021).

“Berdasakan data, kalau kita lihat ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Pada 2020 lalu, kami mencatat hanya ada sekitar 36 persen warga yang sering menggunakan masker. Warga yang melaksanakan anjuran mencuci tangan juga mengalami peningkatan dari 37 persen menjadi 81 persen,” imbuh dia.

Berdasarkan stastistik tersebut, terlihat masyarakat memang patuh terhadap kondisi saat ini. Kalau di awal dulu, kata Totok, barangkali masyarakat masih acuh. Walaupun tahun lalu pemeritah juga sudah mengumumkan situasi sedang pandemi.

“Ada perubahan yang sangat signifikan, bahkan sekitar 70 persen sudah menggunakan masker dua lapis. Ini artinya kesadaran mereka akan kesehatan diri sudah sangat baik. Namun, masih ada sedikit masalah. Meski persentase masyarakat yang abai ini kecil, namun patut untuk diwaspadai. Jangan sampai menjadi bola salju jika tidak disadarkan,” papar Totok.

Sementara itu, perubahan secara emosional juga terjadi pada masyarakat akibat PPKM darurat. Totok menambahkan, ada sekitar 20 persen masyarakat apabila melihat orang melanggar prokes marah, ditambah dengan sekitar 7 persen tidak suka. Jadi ada sekitar 27 persen warga cukup emosional jika melihat pelanggaran prokes.

Komentar

VIDEO TERKINI