Puluhan Anak di Klaten Jadi Yatim Piatu karena Covid

Agustus 5, 2021

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengungkapkan dirinya memang meminta Dinsos dan P3AKB Klaten untuk melakukan pendataan maupun pelacakan terhadap anak yang berstatus yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia akibat Covid-19.

“Saya sudah bahas dengan kondisi ini dengan pak dinsos untuk dilacak. Nantinya kalau sudah reda (Kasus Covid-19) akan saya berikan beasiswa untuk sekolah,” ucapnya.

Selain itu, anak yang ditinggal orang tuanya meninggal dunia akibat Covid-19 itu juga diberikan keterampilan. Harapannya bisa menjadi bekal dalam mendapatkan pekerjaaan ke depan.

Salah seorang anak yatim piatu yang tinggal di Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan yakni Alif Mukhamad Qomarudin, 13. Alif menjadi yatim piatu setelah ayah ibunya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Saat ini, Alif tinggal serumah dengan kakak perempuannya Dyah Nur Rachmawati, 23, yang sebentar lagi akan menikah.

“Untuk tingkat desa sudah memberikan bantuan sebatas kewenangan dan kemampuan. Di samping mengupayakan para pihak yang hendak melakukan donasi untuk Alif. Karena hal ini bersifat sosial, maka pemerintah desa akan membahas ini dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengampu yakni dinsos dan P3AKB,” jelas Kepala Desa Plawikan Lilik Ratnawati.

Lebih lanjut Lilik mengungkapkan, desa terus mendampingi Alif agar selalu sehat dan jiwanya tenang. Termasuk mencukupi kebutuhan makanannya dengan pantauan dari satgas Jogo Tonggo tingkat RW. Di samping itu, melakukan koordinasi dengan sekolah Alif yakni SMP N 1 Jogonalan.

“Pemerintah desa akan mengusulkan untuk adanya dispensasi di bidang pendidikan dan kesehatan untuk Alif. Sekaligus jaminan hidup dari dinsos dan P3AKB sampai anak tersebut mandiri,” pungkasnya

Seperti diketahui ibu dari Alif meninggal dunia karena terpapar Covid-19 pada 19 Juli yang lalu. Kemudian, sang ayah juga meninggal dunia karena terpapar Covid-19 pada 26 Juli 2021. Alif pun sempat melakukan isolasi mandiri di rumah. (ren/ria/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI