11 Tips Dokter Agar Anak Tak Stres Saat Kena Covid-19 dan Isoman

Juli 25, 2021

ILUSTRASI. Saat saga anak harus isolasi mandiri di rumah, maka penting untuk memastikan agar imun mereka tetap baik serta terbebas dari rasa jenuh atau sedih. (Freepik)

RAKYATJATENG – Para orang tua pasti panik dan sedih ketika anak terinfeksi Covid-19. Saat siaga anak harus isolasi mandiri di rumah, maka penting untuk memastikan agar imun mereka tetap baik serta terbebas dari rasa jenuh atau sedih.

Dalam seminar daring #BicaraSehat Rumah Sakit Universitas Indonesia bertema ‘Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Anak saat Isolasi Mandiri’, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa di RSUI dr. Kristiane Siahaan, Sp.KJ mengatakan, pandemi membuat banyak orang merasa cemas, bahkan ada yang sampai depresi dan trauma. Dokter

Ane menyebutkan hasil sebuah penelitian tentang kesehatan jiwa saat pandemi, yang mana masalah ini paling banyak terjadi pada perempuan 71 persen.

Dokter Ane menjelaskan beberapa definisi dari kesehatan mental, yaitu di antaranya adalah suatu kondisi dimana individu dapat menerima kenyataan yang baik ataupun yang buruk, bebas dari rasa tegang dan cemas, serta dapat mengambil hikmah dari kejadian yang buruk.Ia memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk dapat merasa nyaman dengan kondisi saat ini. Diantaranya kenali diri untuk mengetahui apa sebenarnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini.

“Kesehatan mental anak yang melakukan isolasi mandiri juga dapat berdampak. Anak dapat merasa bosan dan tidak nyaman dengan diri sendiri,” katanya baru-baru ini.

Untuk mengatasi masalah ini, ia menyarankan agar orang tua bisa menyusun kegiatan yang menyenangkan bagi anak di rumah. Lalu fasilitasi anak untuk melakukan video call dengan teman atau saudara-saudaranya, atau mengajak anak untuk bermain game online (namun tetap harus batasi waktu penggunaannya).

Komentar

VIDEO TERKINI