PPKM Darurat Diperpanjang, Pelaku Usaha Non Esensial Menjerit

Juli 21, 2021

SOLO, RAKYATJATENG – Rencana pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat membuat pedagang pasar non esensial semakin menjerit. Otomatis usaha mereka bakal tutup lebih lama karena terkena konsekuensi aturan itu.

Kondisi ini membuat para pedagang makin terpuruk. Untuk menghidupi operasional harian, terpaksa mereka melakukan beragam acara agar tetap bisa bertahan.

Alamsyah, 34, salah seorang pedagang ikan hias di Pasar Depok mengatakan, selama PPKM darurat dua pekan lebih, dia sama sekali tak mendapat penghasilan. “Jualan online tidak lancar, tidak seperti teorinya. Untuk ikan pada banting harga. Soalnya pada butuh uang,” ujarnya, Selasa (20/7).

Guna menyambung hidup, warga Kecamatan Banjarsari ini terpaksa menggadaikan BPKB (buku pemilik kendaraan bermotor) kendaraannya.

“Gimana lagi, tidak ada pemasukan. Padahal pengeluaran jalan terus. Apalagi PPKM ini bebarengan dengan tahun ajaran baru anak sekolah. Anak saya dua, jadi bisa dibayangkan berapa uang yang harus keluar,” kata Alamsyah.

Bila kebijakan PPKM darurat diperpanjang, maka hampir bisa dipastikan ekonominya semakin morat-marit. Otomatis semakin lama usahanya harus tutup karena tidak masuk sektor esensial. Dampaknya dia tidak mendapat pemasukan sama sekali.

“Saya menolak kalau PPKM ini diperpanjang. Rakyat kecil sudah terpuruk makin terpuruk lagi. Mau ganti usaha tidak semudah itu, karena saat ini kondisi semakin sulit,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Tavip Harjono. Dia mengaku keberatan bila PPKM darurat guna menekan angka laju pandemi Covid-19 ini diperpanjang. Tapi para pedagang tak bisa berbuat banyak.

“Kami sudah koordinasi dengan pemkot, sudah audiensi dengan dewan, tapi tidak ada solusi. Waktu pemberlakukan PPKM kemarin, kami minta agar penutupan jangan sampai hari ini, tapi nyatanya tidak dikabulkan. Ya sudah, mau diapakan lagi. Sebenarnya perwakilan pasar yang ditutup ingin sesekali ikut rapat pemkot terkait evaluasi harian PPKM, untuk mengetahui perkembanganya. Tapi belum diizinkan,” urai Tavip.

Komentar

VIDEO TERKINI