Polda Jateng Cek Apotek dan Toko Obat, Tidak Ditemukan Ada Permainan Harga dan Penimbunan

Juli 7, 2021

SEMARANG, RAKYATJATENG – Jajaran Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah mengecek langsung apotek dan toko obat di wilayah provinsi ini untuk memastikan harga jual obat sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yang diatur oleh Pemerintah selama pandemi Covid-19.

“Ditresnarkoba Polda Jateng telah melakukan pengecekan dan monitoring obat 11 jenis di apotek dan toko obat,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Al-Qudusy kepada awak media, Rabu (7/7/2021).

Selain mengecek harga jual, Iqbal mengungkapkan bahwa pihaknya juga memastikan untuk mencegah adanya tindakan dugaan penimbunan terhadap obat-obatan yang kerap dipakai untuk menangani virus corona ini.

“Polda Jateng sudah bergerak, kami imbau masyarakat tak berspekulasi soal penimbunan. Karena apabila hal itu terjadi maka kami tidak segan menindak tegas pelakunya,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Iqbal, pihak kepolisian tidak menemukan adanya permainan harga dan indikasi penimbunan obat-obatan. Meskipun, ada beberapa apotek dan toko obat memang tidak menjual jenis tertentu serta persediaan stoknya sedang kosong.

“Tidak ada, memang stok di tingkat apotek 11 obat tersebut tidak ada dan tidak dijual,” ucap Iqbal.

Adapun sebelas jenis obat yang dicek di antaranya Favipiravir 200 mg tablet, Remdesivir 100 mg injeksi, Oseltamivir 75 mg kapsul, Intravenous Imuglobulin 5% 50 ml infus, Intravenous Imuglobulin 10% 25 ml infus.

Kemudian Intravenous Imuglobulin 10% 50 ml infus, Invermectin 12 mg, Tocilizumab 400 mg/ 20 ml infus, Tocilizumab 80 mg/ 4 ml infus, Azithromycin 500 mg tablet: kosong/obat sejenis Zitrolic harga Rp5000,-/14.000,- tergantung merek dan Azithromycin 500 mg infus. (Sen)

Komentar

VIDEO TERKINI