Pesanan Melonjak Naik, Pengrajin Peti Jenazah Kewalahan

Juli 7, 2021

PESANAN NAIK: Pengrajin tengah menyelesaikan pembuatan peti mati. (M.IHSAN/RADAR SOLO)

SOLO, RAKYATJATENG – Kewalahan dirasakan sejumlah pengrajin peti jenazah di Kota Solo. Bagaimana tidak, pesanan terus berdatangan setiap harinya. Bahkan beberapa diantara mereka menolak orderan dari rumah sakit karena takut tak bisa menyelesaikan pesanan.

Hal ini diungkapkan Nur Istikomah,31, salah seorang pengrajin peti jenazah asal Kampung Menangan, RT 06 RW 01, Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon.

“Pas musim Covid-19 banyak pembeli sampai pada nunggu, barang belum jadi sudah ditunggu. Tapi kemampuan kita terbatas, jadi ya dibagi-bagi,” ujarnya.

Dirinya mengaku, 7 orang yang bekerja ditempatnya hanya mampu memproduksi 15 – 17 peti mati. Sedang orderan rata-rata mencapai 35 peti per hari.

“Sebenarnya orderan dari rumah sakit ada tapi kita tolak, soalnya tidak ada jangkau waktunya. Mau nambah pegawai bisa, tapi masalahnya pengiriman bahan baku juga terlambat karena kebutuhan meningkat,” tuturnya.

Nur mengatakan pengiriman papan dilakukan 3 hari sekali, dengan jumlah sekitar 500 lembar. Akan tetapi kondisinya, lanjut Nur, dalam 2 hari saja bahan baku sudah habis. “Kita pesan bahan baku dari Boyolali,” katanya.

Demi mempersingkat proses produksi, karyawannya tidak membuat motif kembangan sebagai finishing. Peti hanya dibaluti dengan kain putih. Menurut Nur, jika harus membuat kembangan, tempat usahanya hanya mampu memproduksi 10 peti mati.

Senada dengan Nur, hal serupa juga dilakukan Diani Febriyanti, pelaku usaha peti mati lainnya. Dirinya tidak membedakan peti mati antara jenazah yang terkonfirmasi positif ataupun negatif virus Covid-19.

“Ini dipolos semua kalau atas bawah biar cepet. Karena pesanan akhir-akhir ini banyak banget. Saya harus kirim juga ke daerah semisal Solo, Klaten, Wonogiri, Gunung Kidul, Boyolali dan Sukoharjo. Hampir rata-rata sama permintaannya,” pungkasnya. (atn/dam/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI