Nekat Beroperasi, Dua Warung Apung di Objek Wisata Rowo Jombor Disegel

Juli 7, 2021

TEGAS: Tim gabungan melakukan penyegelan terhadap warung apung di Objek Wisata Rowo Jombor yang nekat buka. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN, RAKYATJATENG – Tim gabungan kembali melakukan penyegelan terhadap dua warung apung di kawasan objek wisata Rowo Jombor pada Selasa (6/7) kemarin.

Dua warung tersebut nekat beroperasi di tengah pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali 3-20 Juli. Apalagi saat ini Klaten masih dalam status zona merah.

“Kita lakukan penyegelan terhadap dua warung apung karena sudah tiga kali peringatan tetapi tidak mengindahkan. Mau nggak mau kita ambil ketegasan terhadap dua warung apung itu. Kita terapkan penegakan sesuai dengan instruksi bupati,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho, Rabu (7/7/2021).

Sri Nugroho menjelaskan, dua warung apung itu tetap nekat melayani pelanggan sehingga dilakukan penyegelan. Padahal sesuai dengan Instruksi Bupati Klaten Nomor 5 Tahun 2021 untuk seluruh objek wisata dengan berbagai aktivitas di dalamnya diminta untuk ditutup sementara selama Klaten berstatus zona merah.

Disparbudpora sempat menanyakan terhadap pengelola warung apung terkait alasannya buka. Mengingat dampak dari penerapan PPKM Darurat dirasakan oleh seluruh pelaku usaha. Tidak hanya warung apung saja, sehingga pengelola diminta mentaati aturan yang telah ditetapkan tersebut.

“Kita tetap mengacu pada aturan yang ada. Tetap ditutup sementara hingga 20 Juli dengan terus mengikuti perkembangan kasus Covid-19 di Klaten,” jelasnya.

Sri Nugroho mengungkapkan, jika ada ketegasan terhadap warung apung yang nekat buka itu agar tidak menimbulkan kecemburuan bagi pelaku usaha lainnya. Mengingat di Rowo Jombor sendiri terdapat 21 warung apung. Dan sisanya memilih tutup selama PPKM Darurat.

Komentar

VIDEO TERKINI