Motor 2-Tak Jadi Buruan Kolektor, Harganya Sentuh Puluhan Juta

Juli 5, 2021

Yamaha RX-King yang kini menjadi buruan para kolektor motor lawas. (SEN/RAKYATJATENG)

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sepeda motor bebek dengan mesin dua langkah atau 2-tak memang sudah tidak lagi diproduksi di Indonesia. Namun uniknya, motor 2-tak produksi lawas kini jadi buruan para kolektor.

Meski motor baru kini banyak bermunculan dengan menawarkan teknologi yang modern, bukan berarti motor 2-tak lawas kehilangan peminat.

Buktinya, belakangan ini pamor motor bekas 2-tak sedang tinggi, dan harga jualnya menyentuh puluhan juta rupiah.

“Biasanya lebih kepada nostalgia zaman dulu. Apalagi sekarang motor 2-tak sudah tak produksi lagi, dan menjadi barang langka,” kata Artsenta, salah satu kolektor dan pehobi motor lawas di Kota Semarang, Sabtu (3/7/2021).

Pria asal Temanggung ini mengatakan, populasi yang sedikit menjadi salah satu daya tarik mengoleksi “barang langka” motor lawas, khususnya motor dua tak.

Beberapa motor dua tak yang sedang naik daun di antaranya Yamaha RX-King, Vespa, Honda NSR 150, Kawasaki Ninja 150 RR, Suzuki RGR 150, Satria, dan F1ZR.

“Karena peminatnya cukup banyak, membuat harganya pun mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” ungkap pria yang juga pengkoleksi motor astrea grand itu.

Setidaknya ada dua tipe motor bebek 2 tak bekas yang sedang naik daun dan banyak dicari, yaitu Yamaha F1ZR dan juga Suzuki Satria. Model motor yang masih menggunakan oli samping itu harganya tembus puluhan juta rupiah.

“Sedangkan untuk jenis vespa, Yamaha RX-King, Vespa, Honda NSR 150, Kawasaki Ninja 150 RR itu sudah lama jadi buruan kolektor. Untuk vespa yang tahun 1960an harganya sudah puluhan juta. Sedangkan vespa Kongo produksi 1963, harganya suka-suka penjualnya. Karena memang jenis motor ini memiliki nilai sejarah, berkaitan dengan motor hadiah untuk TNI yang pernah bertugas sebagai pasukan perdamaian di Kongo,” katanya.

Komentar

VIDEO TERKINI