15 Pasar Nonsembako Tutup selama PPKM Darurat, HPPK: Pedagang Rugi Miliaran

Juli 5, 2021

SOLO, RAKYATJATENG – Penutupan 15 pasar non sembako selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat 3-20 Juli, berdampak besar kepada para pedagang. Diprediksi mereka mengalami kerugian miliaran rupiah per hari karena berhenti beroperasi selama dua pekan.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Tavip Harjono menilai kebijakan penutupan sementara ini terlalu mendadak. Sebelum pemberlakuan PPKM darurat ini dia mengaku pernah bertemu dan berkomunikasi dengan kepala dinas perdagangan. Dan tidak ada kebijakan penutupan pasar.

“Eh lha kok tahu-tahunya sore kemarin (Sabtu) dapat info tutup,” katanya.

Ironisnya, dia tahu pertama justru dari media sosial. Kemudian geger di kalangan pedagang. Sabtu siang dia lantas mencari informasi ke dinas perdagangan. Kemudian keluar surat edaraan yang membenarkan kebijakan penutupan Pasar Klewer.

“Ini pedagang baru mondar-mandir mengambil barang di kios mereka,” katanya.

Tavip mengatakan, sebagian besar pedagang sementara beralih ke sistem jual beli secara online.

“Yang merugi tiga ribu itu baru pedagang, belum karyawan, tukang becak, pedagang kuliner di atas itu, dan lainnya. Ini akan memberikan dampak yang luar biasa besar bagi ribuan orang,” papar dia

Pria ini mengatakan, tak bisa menafsir berapa kerugian riil selama penutupan. Namun bisa menyentuh angka puluhan miliar. “Apalagi ini tidak ada kompensasi sama sekali dari pemerintah. Padahal kami baru mencoba bangkit,” tuturnya.

Dia masih berharap, masih ada evaluasi dari pemerintah agar penutupan sementara selama PPKM darurat ini bisa direvisi.

“Misal jam operasioanalnya dibatasi. Atau ada pembatasan jumlah pedagang yang jualan, misal digilir perhari berapa yang boleh berjualan. Jadi masih bisa operasional. PPKM-kan pembatasan, bukan penutupan,” tuturnya.

Komentar

VIDEO TERKINI