Mewujudkan Kedaulatan Pemilih melalui Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan

Juni 29, 2021

Dengan ketentuan, bertujuan meningkatkan partisipasi politik masyarakat secara luas dan mendorong terwujudnya suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan pemilu yang aman, damai, tertib dan lancar.

Selain dalam rangka melahirkan pemilih yang mandiri dan rasional, pendidikan pemilih juga dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang kepemiluan.Sikap peduli pemilu dan pemilihan diharapkan menumbuhkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan masyarakat tentang Pemilu dan Pemilihan dalam rangka memperkuat basis penerimaan, dukungan, partisipasi dan kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme pemilu sebagai instrumen utama sistem politik demokrasi.

Pemilih diharapkan tahu bagaimana harus bersikap dan berpartisipasi aktif dalam sebuah proses politik. Tak hanya sekadar aktif berpartisipasi di saat pemungutan suara, tetapi juga aktif pada seluruh tahapan Pemilu dan pemilihan di berbagai level.

Dan ini dimulai dari desa yang merupakan tingkatan sosial warga dari yang paling kecil. Sebab bila tingkatan sosial kecil ini sudah mampu mandiri dan rasional (melek) dalam konteks politik, diharapkan akan memberikan dampak bagi tingkatan sosial yang lebih besar, sehingga partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam hal Pemilu dan Pemilihan secara mandiri dan rasional dapat dicapai.

Bercermin pada sejumlah penelitian dan survei, juga seringkali menemukan desa dan masyarakatnya relatif tidak lebih kritis dari masyarakat perkotaan dalam konteks pelaksanaan demokrasi.

Dalam tulisannya, Mujani, Liddle, & Ambardhi (2018) memperlihatkan bahwa secara umum masyarakat Indonesia mendukung demokrasi, dengan penekanan masyarakat perkotaan lebih kritis terhadap jalannya demokrasi dibanding masyarakat di perdesaan.

Salah satu faktor yang melatarbelakanginya adalah tingkat pendidikan masyarakat perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding masyarakat perdesaan sehingga cenderung lebih kritis. (Ichwanuddin, Wawan & Sarah Nuraini Siregar (ed), 2020:130-131)

Komentar

VIDEO TERKINI