Mewujudkan Kedaulatan Pemilih melalui Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan

Juni 29, 2021

Oleh: Andi Rannu

(Komisioner KPU Polewali Mandar)

HADIRNYA pemilih yang mandiri dan rasional merupakan ukuran kualitas demokrasi di suatu negara.

Salah satu indikatornya adalah pemilih tidak lagi berorientasi pada kepentingan jangka pendek dalam menentukan pilihan politiknya.

Sebaliknya, aspek kompetensi dan integritas kandidat maupun partai politik untuk mengelola pemerintahan menjadi alasan utamanya dalam menentukan pilihan politik.

Karena itu, uang, kekuasan atau pula kompensasi politik individual dan berbagai kepentingan politik jangka pendek lainnya tentu saja bukan lagi orientasi bagi pemilih yang telah mandiri dan rasional.

Sebuah pemerintahan yang demokratis, menurut Robert A. Dahl, akan menunjukkan kadar partisipasi rakyat yang tinggi, baik dalam memilih pejabat publik, mengawasi perilakunya, hingga menentukan arah kebijakan publik.

Dengan demikian, kadar demokrasi suatu negara dapat ditentukan oleh dua hal, pertama, seberapa besar peranan masyarakat dalam menetukan arah kebijakan publik.

Penentuan atau memengaruhi kebijakan publik dalam literatur ilmu politik dapat dilakukan melalui mekanisme partisipasi yang salah satunya melalui mekanisme pemilihan pejabat publik (kepala daerah) secara langsung, sehingga warga negara dapat memilih secara langsung calon-calon yang dinilai oleh mereka sebagai individu yang dapat menangkap, mengapresiasi, hingga mengimplementasi aspirasi mereka ketika calon-calon ini telah menjadi pejabat publik.

Kedua,seberapa besar peranan warga negara dalam menentukan siapa di antara mereka yang dijadikan pejabat publik. Pemilihan kepala daerah (pejabat publik) secara langsung oleh rakyat pemilih menunjukkan semkain tingginya kadar demokrasi di negara ini. (Leo Agustino dalam Silalahi, 13:2020)

Pemilu atau pemilihan umum sebagaimana ketentuan dalam Undang-Undang Pemilu, memang diselenggarakan dengan partisipasi masyarakat, yang dilakukan salah satunya dalam bentuk pendidikan politik bagi pemilih.

Komentar

VIDEO TERKINI