Bupati Sragen Larang Pasien Covid Isolasi Mandiri di Rumah

Juni 8, 2021

SRAGEN, RAKYATJATENG – Langkah tegas dilakukan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati setelah daerahnya dinyatakan salah satu daerah zona merah Covid-19 di Jawa Tengah.

Pasien tanpa gejala dilarang karantina mandiri di rumah. Mereka wajib menjalani isolasi terpusat di Technopark dan beberapa rumah sakit agar mudah diawasi.

Bupati mengatakan, Sragen dianggap menjadi zona merah karena angka kesembuhan 98 persen, masih di bawah angka kesembuhan nasional. Kemudian angka kematian 5,6 persen. Sedangkan angka harian kasus baru cukup tinggi, rata-rata 50 per hari.

“Salah satu faktornya ketersediaan tempat tidur ICU. Solusinya RSUD dr Soeratno Gemolong menambah empat tempat tidur dan RSI Amal Sehat menambah dua ruang khusus ICU,” ujar Yuni usai mengumpulkan direksi rumah sakit seluruh Sragen di pemkab setempat, Selasa (8/6).

Sementara untuk masalah angka kematian tinggi, sudah dilakukan evaluasi. ”Memang ada kendala rumah sakit yang merawat pasien Covid-19. Pertama, di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, disusul RSUD dr Soeratno Gemolong, dan RSI Amal Sehat. Tiga rumah sakit itu ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 memang besar,” terangnya.

Bupati mengakui, beberapa kematian itu karena pasien melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah, kemudian kondisinya memburuk. Pasien tiba di rumah sakit dalam kondisi buruk dan masuk ICU, namun kurang tertangani dan meninggal dunia.

Bupati minta perlu diperbaiki sistem rujukan agar penanganan pasien lebih cepat. ”Biasanya rujukan itu kan harus di sistem secret dulu, itu lama nunggunya. Maka kita akan by phone antardirektur dan dinkes. Sehingga bisa cek kesiapan ICU berapa langsung kirim ke sini, kemudian transit di IGD lebih cepat,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI