100 Hari Gibran-Teguh Pimpin Solo: Akui Tidak Mudah Memimpin di Masa Pandemi, Masih Banyak PR

Juni 7, 2021

Gaya blusukan seperti yang dilakukan wali kota terdahulu, Joko Widodo dan F.X. Hadi Rudyatmo pun masih diteruskan guna melihat langsung permasalahan di tengah masyarakat.

Bahkan dalam sehari walikota bisa mengunjungi lima hingga sepuluh titik berbeda bertemu masyarakat. Hasilnya berbagai permasalahan dipetakan dengan cukup detail sehingga langka-langkah penanganan bisa segera ditindaklanjuti.

Sebagai contoh bersama jajaran pejabat pemkot meninjau titik-titik genangan di Kota Solo. Tak kurang dari tujuh lokasi rawan genangan ditinjau bersama dinas terkait agar penanganan langsung bisa dilakukan. Termasuk daerah bantaran sungai di berbagai wilayah yang sering banjir karena luapan sungai.

Walikota pun merencanakan penanganan banjir dengan membuat talut sungai di wilayah Pajang, Sondakan, Bumi, dan Laweyan, yang sering terdampak banjir luapan Kali Jenes dan Brojo.

“Akan ada penataan bantaran yang sering banjir. Kami inventaris dan data mana saja yang rawan dan perlu segera untuk ditangani,” terang dia saat meninjau lokasi.

Meski sudah berupaya maksimal, dalam 100 hari kerja ini semua belum bisa terealisasi. Wali kota juga membuka diri bila ada warga yang ingin mengevaluasi kinerjanya.

Di sisi lain, walikota juga meminta dukungan masyarakat agar program kerja bisa segera dilaksanakan. “Warga Solo berhak menilai saya. Jika ada kekurangan maka akan kami evaluasi,” tegas Gibran. (rs/ves/fer/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI