Gelontorkan Puluhan Miliaran untuk Kebun Raya Indrokilo Boyolali

Juni 6, 2021

Di KRIB, pengunjung diedukasi untuk mengurangi sampah plastik. Mereka diminta membawa alat minum tumbler yang lebih ramah lingkungan.

Di masa pandemi, KRIB membatasi kunjungan dengan membaginya dalam tiga sif. Per sif maksimal 200 orang. Pengunjung wajib mengenakan masker, membawa hand sanitizer, sedangkan pengelola KRIB menyediakan tempat cuci tangan menggunakan sabun. “Kami sudah siap dengan kondisi new normal,” tuturnya.

Lebih lanjut diterangkan Lusia, pengembangan KRIB semakin memantapkan Boyolali menjadi tempat wisata edukasi alam berbasis teknologi. Di antaranya mengintegrasikan data dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Rintisan ini menjadi branding baru yang digaungkan Boyolali.

“Keberadaan KRIB diharapkan tak hanya menjadi pelestarian lingkungan. Namun, juga mem-branding Boyolali sebagai daerah ramah lingkungan,” ucap dia.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Boyolali Susilo Hartono menjelaskan, pengembangan pariwisata berbasis digital didukung sport tourism dan pemanfaatan kekayaan alam. “Promosi juga kami lakukan secara online,” katanya.

Sejumlah objek wisata yang dioptimalkan yakni air terjun Semuncar dan Bendungan Sipendok. Susiloa berkoordinasi dengan dengan Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merapi dan Merbabu guna memetakan potensi wisata dan tantangannya. (rs/rgl/per/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI