Perekrutan 2.084 PPPK Guru di Temanggung Terancam Batal, Bupati: Keuangan Tidak Mencukupi

Juni 5, 2021

TEMANGGUNG, RAKYATJATENG – Perekrutan calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) khusus guru di Kabupaten Temanggung, Jawa tengah, terancam batal karena terjadi perubahan keputusan dari pemerintah pusat terkait sistem penggajian.

Bupati Temanggung M. Al Khadziq di Temanggung, Jumat (4/6) mengatakan pada awal pengajuan formasi untuk PPPK sebanyak 2.084 formasi didasarkan pada informasi pemerintah pusat bahwa gaji PPPK akan dibayar oleh pemerintah pusat.

Namun, berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kementerian Keuangan, Kementerian PAN RB, dan Kementerian Pendidikan, rupanya pemerintah pusat meminta agar gaji untuk PPPK dibayarkan oleh pemerintah daerah.

“Kalau harus dibayar oleh pemerintah daerah, maka Kabupaten Temanggung kemampuan keuangannya tidak mencukupi untuk merekrut 2.084 orang tersebut, maka Kabupaten Temanggung belum mengambil keputusan, apakah 2.084 formasi akan dilakukan perekrutan semua atau hanya sebagian, bahkan tidak direkrut sama sekali,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Temanggung telah mengajukan formasi pada seleksi CPNS tahun ini dan sudah disetujui oleh Kementerian PAN RB sejumlah 3.029 formasi. Yang terdiri dari 945 formasi untuk CPNS dan 2.084 formasi untuk PPPK khusus guru.

Berdasarkan surat edaran dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), tahapan dan proses seleksi juga diundur untuk jangka waktu yang belum ditentukan karena masih terdapat beberapa aturan pengadaan CPNS terkait P3K khusus guru yang belum ditetapkan pemerintah serta masih adanya revisi usulan penetapan kebutuhan oleh beberapa instansi.

Ia berharap 2.084 PPPK nanti bisa dibayar dan digaji oleh pemerintah pusat.

Menurut dia untuk membayar gaji PPPK sebanyak 2.084 orang dalam setahun membutuhkan dana sekitar Rp116 miliar. Setelah dihitung-hitung kemampuan Kabupaten Temanggung maksimal hanya untuk 250 PPPK dengan membutuhkan dana sekitar Rp12 miliar.

Komentar

VIDEO TERKINI