Juli, 680 Sekolah di Boyolali Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Mei 28, 2021

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disidikbud) Boyolali. Sampai saat ini 680 SD dan SMP di Boyolali sudah menggelar simulasi PTM. Mereka siap menggelar PTM pada tahun ajaran baru, Juli nanti.

Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto mengatakan, evaluasi simulasi PTM jenjang SD dan SMP berjalan baik dan aman. Pihaknya juga menerapkan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Sekolah penyelenggara PTM harus memperhatikan peta risiko wilayah.

“Sekolah harus terletak di zona hijau. Alhamdulillah semua sekokah kami di zona hijau semua. Karena sekarang kami berpegang pada PPKM mikro berbasis jogo tonggo. Termasuk siswa dan guru juga harus berasal dari zona hijau,” terangnya, Jumat (28/5), dikutip dari Jawa Pos Radar Solo.

Sekolah wajib memiliki satgas Covid-19 dan selalu berkomunikasi dengan jogo tonggo. Daryanto juga memprioritaskan jenjang SD karena pertimbangan lokasi yang mayoritas di pedesaan dengan siswa berasal dari lingkup daerah itu saja.

Berbeda dengan SMP yang memungkinkan anak dari luar wilayah setempat. Hal tersebut membuat pemantauan lebih sulit. Meski semua sekolah sudah berjalan baik.

“Semua sekolah sudah menggelar simulasi PTM. Ada 579 SD yang sudah menggelar ujian luring sekaligus simulasi PTM, dari total 582 SD negeri dan swasta di Boyolali. Sedangkan tiga SD yang belum menggelar simulasi PTM itu karena masih baru,” paparnya.

Sedangkan jenjang SMP ada 98 sekolah. Terdiri dari 52 SMP negeri dan 46 SMP swasta. Sebanyak 680 sekolah tersebut telah menggelar ujian sekolah (US) luring pada akhir April lalu. Sekaligus mengikuti simulasi PTM sebagai pengenalan dan pembiasaan pola perilaku baru sesuai prokes. Saat ini, PTM di sekolah hanya tiga jam saja.

Komentar

VIDEO TERKINI