45.110 Warga Boyolali Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Mei 21, 2021

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyebutkan kegiatan program vaksinasi COVID-19 terus berjalan di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di daerahnya. Hingga kini, masyarakat yang sudah menerima dosis pertama mencapai 45.110 sasaran.

Program vaksinasi di Boyolali masyarakat yang sudah mendapat dosis pertama mencapai 45.110 sasaran, dan dosis kedua mencapai 31.432 sasaran, kata Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (21/5/2021).

Ratri mengatakan vaksinasi dosis pertama sebanyak tersebut terdiri dari Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan dosis sebanyak 4.216 sasaran, dosis kedua 4.016 sasaran. Kelompok lansia yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama sebanyak 9.138 baik jenis Sinovac maupun Astrazeneca.

Petugas atau pelayanan publik di Kabupaten Boyolali yang sudah menerima vaksinasi dosis pertama sebanyak 31.756 sasaran, dan dosis kedua 22.692 sasaran.

Ratri menjelaskan kegiatan vaksinasi saat ini, masih menyasar kelompok lansia yang tersebar hampir semua faskes di Boyolali baik melalui Puskesmas, poliklinik, dan rumah sakit. Pada sepekan terakhir ini, sebanyak 1.113 sasaran divaksinasi dosis pertama dan 318 sasaran vaksinasi dosis kedua.

“Jadi warga masyarakat Kabupaten Boyolali yang sudah mendapatkan vaksin jenis Sinovac sejumlah 38.650 orang untuk dosis pertama dan 30.949 orang untuk dosis kedua. Selanjutnya untuk jenis Astrazeneca sebanyak 6.460 orang dosis pertama,” katanya.

Dia mengatakan program vaksinasi kedepan, akan ada namanya vaksin Gotong Royong, cuma sampai saat ini vaksin itu, di wilayah Boyolali belum ada inisiasi dari perusahaan-perusahaan, dan masih menunggu. “Namun, di pusat, sudah mulai dilaksanakan vaksinasi Gotong Royong,” katanya.

“Kendati demikian, kami tetap mengingatkan bahwa protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan harus tetap dijalankan guna menekan risiko penularan COVID-19,” katanya. (Antara)

Komentar

VIDEO TERKINI