Tradisi Syawalan, Warga Lereng Merapi Arak Ternak dengan Prokes Ketat

  • Bagikan
Sejumlah peternak saat mengarah ternak sapinya dalam tradisi Syawalan Lebaran Ketrupat di Duku Mlabong Desa Sruni Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Kamis 92/05/2021). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Hadi Sutarno (65) salah satu sesepuh warga Desa Sruni Boyolali menjelaskan upacara tradisi mengarak ratusan ekor sapi warga di Dukuh Mlambon Desa Sruni Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali digelar setiap Syawalan atau Lebaran Ketupat untuk melestarikan budaya nenek moyang.

Namun, penyelenggaraan tahun ini, sebenarnya ditiadakan di tingkat desa karena kondisi masih pendemi COVID-19. Namun, warga menyadari untuk mencegah penularan COVID-19, maka tradisi Syawalan atau Lebaran ketupat dilaksanakan terbatas dengan masing-masing rumah atau lingkungan RT sehingga tidak terjadi kerumunan.

Menurut Sutarno, tradisi tersebut hanya melestarikan dari nenek moyang, setiap Syawalan atau Lebaran Ketupat selalu mengeluarkan seluruh ternaknya baik sapi maupun kambing dari kandangnya untuk diarak keliling kampung Sruni.

Pada acara tradisi konon katanya, Nabi Sulaiman yang mengusai hewan memeriksa ternak milik petani. Setelah itu, dengan perkembangan zaman, tradisi dibudayakan oleh masyarakat lereng Gunung Merapi hingga sekarang bersamaan merayakan Lebaran Ketupat.

Tradisi arak ternak sapi tersebut, kata dia, biasanya digelar warga di Kampung Mlambong, Gedong dan Rejosari. Ada sebanyak 110 kepala keluarga, dan setiap KK memiliki ternak mulai dua ekor hingga 10 ekor, sehingga ada ratusan ekor sapi yang ikut diarak keliling kampung.

Menurut dia, ternak sapi sebelum diarak keliling kampung diberikan makanan ketupat dan kemudian dioleskan atau diberikan minyak wangi sehingga baunya juga harum.

Ternak sapi dimanjakan oleh peternaknya karena melalui ternak itu dapat memberikan kehidupan kesejahteraan bagi keluarga masyarakat setempat.

Namun, tradisi Syawalan kali ini, tidak diikuti ratusan ternak seperti gelaran pada tahun-tahun sebelumnya. Warga melaksanakan secara individu rumah atau di lingkungan RT masing-masing .

  • Bagikan