Tradisi Syawalan, Warga Lereng Merapi Arak Ternak dengan Prokes Ketat

Mei 20, 2021

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Warga di lereng Gunung Merapi tepatnya di Dukuh Mlambong Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kebupaten Boyolali, Jawa Tengah, menggelar tradisi Syawalan atau Lebaran Ketupat dengan mengarak ternak sapi keliling kampung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Darmaji (45) salah satu tokoh masyarakat di Dukuh Mlambon Desa Sruni Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali, Kamis (20/5/2021), mengatakan, tradisi Syawalan atau Lebaran Ketupat dengan mengarak ternak sapi yang menjadi sumber ekonomi masyarakat yang digelar setiap tahun tetap dilaksanakan tetapi terbatas di lingkungan RT masing-masing guna mengantisipasi kerumunan cegah penyebaran COVID-19.

“Tradisi digelar tidak secara resmi seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi terbatas di lingkungan RT masing-masing karena COVID-19,” kata Darmaji.

Darmaji menjelaskan, biasanya ada ratusan ekor ternak sapi dan kambing milik masyarakat di Desa Sruni dikeluarkan dari kandangnya kemudian dikumpulkan dan diarak keliling kampung pada tradisi Syawalan atau Lebaran Ketupat, karena masih pandemi COVID-19, kegiatan itu, dilaksanakan hanya di setiap lingkungan RT masing-masing guna mencegah kerumunan.

Pada tradisi Syawalan Lebaran Ketupat tersebut, kata Darmaji, diawali dengan berdoa bersama dilanjutkan makan kenduri di lingkungan RT masing-masing Desa Sruni diikuti warga yang mayoritas kehidupannya sebagai peternak sapi dan kambing.

Selain itu, masyarakat setelah melakukan doa bersama dan kenduri, kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing mengambil ternaknya dibawa ke jalan utama desa untuk berkumpul. Jika satu desa jumlahnya ada 250 ekor lebih ternak dengan diiringi kelompok musik gamelan khas jawa reog untuk diarak keliling kampung.

Namun, kata Darmaji, pada penyelenggaraan tahun ini, karena pandemi diikuti terbatas sehingga tidak sampai terjadi kerumunan massa.

Komentar

VIDEO TERKINI