5 Pemuda Ditangkap karena Bikin Petasan Balon Udara, Pelaku: Modalnya Rp1,5 Juta

Mei 18, 2021

“NT membuat pengapian dari kain sebagai sumbu balon udara dengan memanfaatkan asapnya. Sedangkan MM membuat selongsong dengan paralon dan N berperan merakit balon menggunakan plastik dan lakban,” jelas Edy.

Cara kerja petasan balon udara setinggi 10 meter dan diameter 3 meter itu dengan menyulut kain yang sudah diberi minyak tanah. Hal tersebut menimbulkan asap sehingga balon mengembang dan terbang, diikuti petasan, dari yang terkecil hingga terbesar meledak. Tetapi diduga sumbu putus sehingga tidak seluruh petasan meledak.

“Diterbangkan pada Senin (17/5) sekitar pukul 07.00. Tetapi saat terbang hingga tidak terlihat sekitar satu jam, lantas pelaku meninggalkan. Sebenarnya pada Sabtu (15/5), pelaku juga menerbangkan petasan balon udara. Tetapi pada ketinggian 150 meter untuk petasan yang besar meledak sehingga balon udaranya jatuh,” papar Edy.

Petasan balon udara yang diterbangkan lima pelaku cukup membahayakan karena dampaknya seperti yang terlihat di lokasi kejadian. Di mana kaca dan genting rumah warga Desa Sabrang mengalami kerusakan. Tindakan ini juga tidak dibenarkan secara hukum.

“Kepada pelaku penerbang balon udara kami jerat dengan undang-undang darurat bahan peledak. Ancaman hukumannya penjara seumur hidup atau setinggi-tingginya 20 tahun penjara. Subsider Pasal 188 KUHP terkait tanpa sengaja menimbulkan ledakan dan membahayakan umum, baik barang maupun orang dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku penerbang petasan balon udara, AG mengaku menerbangkan petasan balon udara itu untuk memeriahkan momen Lebaran kali ini. Dia mengklaim, di tempat tinggalnya hal itu sudah menjadi tradisi.

“Tapi saya tidak menyangka jika sampai seperti ini. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat petasan balon udara ini sekitar Rp 900 ribu hingga Rp 1,5 juta,” ucap AG. (rs/ren/per/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI