3.142 Anak di Semarang Alami Stunting, Kecamatan Semarang Utara Paling Tinggi

April 26, 2021

Disdalduk, kata dia, terus menurunkan angka stunting di Semarang, pada 2021 ini misalnya targetnya angka stunting bisa turun sampai 2,7 persen dari jumlah kasus yang ada.

Gurun juga membentuk tim Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

“Ada 49 PLKB, untuk stunting ini selain dari petugas kita, juga ada peran dari Posyandu, PKK, DP3A, Bidan dan Dinkes untuk memberikan pemahanan dan pemenuhan gizi ibu hamil,” tuturnya.

Sementara dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, angka stunting Kota Semarang pada 2020 meningkat dibanding 2029. Persentase stunting sebanyak 2,5 persen.

Sedangkan 2020 mencapai 3,13 persen. Sebanyak 3.143 balita mengalami stunting dari jumlah total balita di Kota Semarang 100.446 anak.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DKK Semarang Endah Emayanti menyatakan, meski angka stunting di Kota Semarang cenderung lebih kecil tahun ini, DKK Semarang fokus penanganan stunting di 25 kelurahan dengan persentase tertinggi.

“Kasus tertinggi ada di Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen 14,68 persen atau 16 dari 109 balita mengalami stunting. Setelah itu, disusul Kelurahan Pleburan 14,43 persen atau 14 dari 97 balita mengalami stunting,” bebernya.

Angka stunting terendah dari ke-25 itu adalah Kelurahan Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara dengan persentase 6,87 persen, atau 32 dari 466 balita di wilayah tersebut mengalami stunting.

Dari sisi pencegahan, pelayanan kesehatan pranikah sampai anak masuk sekolah dilakukan oleh DKK. Misalnya, pembekalan kepada calon pengantin, serta program Catin (calon pengantin) Bugar Produktif Menuju Keluarga Idaman (Tugu Muda).

Program pendampingan juga diberikan kepada ibu hamil agar anga stunting ini bisa terus ditekan.

Komentar

VIDEO TERKINI