Mudik ke Kota Semarang Tak Bawa Surat Negatif Covid, Siap-siap Dikarantina 5 Hari

April 23, 2021

SEMARANG, RAKYATJATENG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi akhirnya secara resmi mengeluarkan surat edaran terkait larangan mudik atau bepergian ke luar daerah.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor B/1 806/443/V/2021 tentang pemberlakuan karantina/isolasi bagi warga pendatang pada masa mudik lebaran hari raya Idul Fitri 1442 H atau tahun 2021 ini dalam rangka pengendalian Covid-19.

Diterbitkannya surat edaran itu disebutkan menjadi tindak lanjut Pemerintah Kota Semarang atas addendum surat edaran Satgas Penanganan Covid-19, Nomor 13 tahun 2021, tentang peniadaan mudik pada hari raya Idul Fitri tahun 1442 Hijriyah dan upaya pengendalian penyebaran corona virus disease 2019 (COVID 19) selama bulan suci Ramadhan.

Adapun tindak lanjut tersebut kemudian didasarkan pada instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor I tahun 2021, tentang perpanjangan pemberlakuan PPKM mikro dan optimalisasi posko di tingkat desa dan kelurahan.

Hal itu pun juga termaktub dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah No 443.5/0006624 dan Perwal Semarang tentang PPKM.

Tidak hanya berisi tentang larangan mudik atau bepergian ke luar daerah, dalam surat edaran yang ditandatangani 22 April 2021 itu juga menyebutkan, masyarakat yang ingin masuk ke wilayah Kota Semarang harus membawa surat yang menerangkan dirinya negatif COVID-19. Dan bila tidak dapat menunjukkan surat keterangan sehat tersebut, maka yang bersangkutan akan dikarantina, dalam waktu minimal 5 hari.

Di sela-sela kegiatan Jarik Masjid, atau Jumat resik-resik Masjid di Masjid Al-Muttaqin Manyaran, Semarang Barat, Jumat (23/4/2021), Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi menuturkan secara rinci mengenai poin-poin pokok dalam surat edaran tersebut. Dia menerangkan setidaknya ada empat point penting yang terdapat dalam surat edarang yang dikeluarkannya.

Komentar

VIDEO TERKINI