Jual Daging Anjing di Sukoharjo Bisa Dipenjara 3 Bulan

April 19, 2021

SUKOHARJO, RAKYATJATENG – Penjualan daging non pangan seperti anjing, ular, dan biawak sudah dilarang di Kabupaten Sukoharjo. Jika ada pelaku usaha yang nekat, bakal dipidana penjara 3 bulan. Larangan tersebut adalah amanat dari Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sukoharjo Heru Indarjo membeberkan pada 2020 Kabupaten Sukoharjo telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Perda ini dalam rangka memberikan perlindungan hukum dan pengakuan terhadap PKL untuk mewujudkan sistem perkotaan yang bersih, aman, tertib, lancar, dan sehat.

Heru menyebut, sebelum diterbitkan perda tersebut, semua proses sudah dilalui. Seperti, Satpol PP melakukan public hearing membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) Kabupaten Sukohano tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL yang dihadiri oleh stakeholder.

Antara lain Ketua DPRD Sukoharjo, unsur perguruan tinggi, konsultan dan ketua-ketua paguyuban PKL se-Kabupaten Sukoharjo beserta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

”Ruang lingkup dalam perda ini meliputi penataan pemberdayaan PKL, kewajiban, larangan, sanksi dan sebagainya,” kata Heru, Minggu (18/4).

Dijelaskan Heru, dalam Bab V Pasal 34 mengatur tentang larangan bagi PKL. Salah satunya yakni pada huruf M yang berbunyi “melakukan usaha penjualan atau pemotongan daging baik mentah ataupun olahan yang berasal dari hewan non pangan untuk dikonsumsi. Pasal 34 huruf M tersebut merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

”Dimana yang dimaksud hewan non pangan adalah hewan, binatang atau satwa yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di darat, air dan atau udara. Baik yang dipelihara maupun yang di habitatnya tidak boleh untuk diolah maupun tidak diolah yang dperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia. Misalnya anjing, bangkai dan sebagainya,” beber Heru.

Komentar

VIDEO TERKINI