Didatangi Ganjar, Pelaku UMKM Mengaku Pasar Meluas Setelah Dapat Pelatihan

April 18, 2021

SEMARANG, RAKYATJATENG – Bantuan dan pelatihan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah daerah telah mampu mengangkat nilai jual, memperluas pasar, hingga memberdayakan masyarakat sekitar.

Seperti cerita pelaku UMKM yang didatangi Gubernur Ganjar Pranowo di sela gowes sambil menunggu waktu berbuka puasa, Sabtu (17/4/2021) sore.

Cerita pertama datang dari Yuli Widiasih, owner dari “Narraya Creation” di Kelurahan Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Usaha yang bergerak di pengolahan limbah atau sampah plastik, kain perca, minyak kemiri dan minyak klentik tersebut sudah berdiri sejak 2007. Usaha itu bisa menggerakkan dan membina masyarakat sekitar termasuk anak-anak muda.

“Bergabung dengan pembinaan Karang Taruna sekitar 4-5 tahun lalu. Untuk bahan sampah plastik kami kumpulkan dari warung-warung. Jadi kita ambil dari warung dan dibarter dengan gula atau minyak,” ujarnya saat didatangi Ganjar.

Dalam kesempatan itu, Yuli juga mendapat pesan dari Ganjar Pranowo agar pada masa pandemi ini bisa bersahabat dengan Covid-19, tetapi juga harus tetap berkarya dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Cerita kedua tentang kesuksesan pelaku UMKM disampaikan oleh pemilik UMKM “Keripik Mbak Pesek”, Sriyati. Ia mengaku sejak mendapatkan pelatihan dan bantuan dari pemerintah, produk keripik tempe produksinya berhasil memperluas pasar. Bahkan bisa merambah ke minimarket, supermarket, serta tempat wisata dan pusat oleh-oleh.

Pelatihan terkait kemasan itu berhasil mendongkrak nilai jual, dari semula Rp10 ribu bisa menjadi Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per kemasan.

“Awalnya produk dikemas biasa. Setelah dapat bantuan dan pelatihan soal cara mengemas dengan labeling standard, juga bantuan terkait izin PIRT dari Dinkop Provinsi Jawa Tengah serta sertifikasi halal mulai bisa masuk ke minimarket dan supermarket. Sebulan dari dua pasar itu rata-rata Rp15 juta. Masih ditambah saya jual di kios sekitar Rp400 ribu sampai Rp600 ribu,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI