19 SD di Solo Siap Simulasi Sekolah Tatap Muka, Ini Daftarnya

April 17, 2021

SOLO, RAKYATJATENG – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) akan menyasar jenjang SD. Dinas Pendidikan (Disdik) Surakarta juga telah mendorong setiap sekolah mempersiapkan diri. Saat ini, sudah ada 19 SD menyatakan siap mengikuti simulasi PTM. Sementara vaksinasi guru dipercepat.

Sekretaris Disdik Surakarta Dwi Ariyatno mengatakan, sebanyak 19 SD siap menggelar simulasi PTM. Sebelumnya telah dilakukan supervisi dan ceklis kesiapan oleh pengawas.

Selain itu, 19 SD tersebut sudah menjalani prasimulasi PTM untuk alur sirkulasi selama pembelajaran luring. Namun, eksekusi simulasi PTM masih menunggu izin dari Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

“Sebanyak 19 SD itu sudah disupervisi oleh pengawas. Mulai dari sarana prasarana (sarpras), alur pembelajaran sampai kurikulum pembelajaran luringnya. Jadi tinggal ngejar vaksinasi guru minimal 80 persen,” terangnya.

Selanjutnya, disdik akan mengusulkan simulasi PTM 19 SD tersebut kepada wali kota pekan depan.

“Kalau SD-nya sudah siap. Tinggal menunggu keputusan dari wali kota. Senin depan kami usulkan,” terangnya.

Sedangkan vaksinasi bagi tenaga kependidikan (tendik) masih terus berlanjut. Dan diprioritaskan bagi tenaga pendidik yang sekolahnya siap melaksanakan simulasi PTM.

Data dari Disdik Surakarta, jumlah tenaga pendidik jenjang PAUD/TK, SD dan SMP sebanyak 9.820 orang. Terdiri dari jenjang PAUD/TK sebanyak 2.321 orang dan jenjang SD negeri dan swasta mencapai 4.757 orang. Sedangkan SMP negeri dan swasta sebanyak 2.742 orang.

“Sedangkan yang sudah menerima vaksinasi untuk jenjang PAUD/TK sebanyak 295 orang, SD sebanyak 2.039 orang dan SMP 2.406 orang. Total yang sudah divaksin 4.740 tendik. Sedangkan yang belum mendapatkan vaksinasi sebanyak 5.084 orang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Cemara 2 Edi Idayati mengaku siap menggelar simulasi PTM begitu ada izin dari Pemkot Surakarta. Persiapan simulasi sudah dilakukan jauh-jauh hari. Mulai dari kelengkapan sarpras hingga alur pembelajaran dan antar jemput siswa.

Komentar

VIDEO TERKINI