PPKM Dilonggarkan, Walikota Semarang: Sahur On the Road dan Buka Bersama Jangan Dulu

April 7, 2021

SEMARANG, RAKYATJATENG – Kasus Covid-19 di Kota Semarang mulai mengalami penurunan. Pemerintah Kota Semarang akhirnya melakukan revisi Perwali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Nomor 6 Tahun 2021 dengan memberikan berbagai kelonggaran bagi pelaku usaha, hiburan, dan sosial budaya.

Keputusan pemberian kelonggaran ini diambil usai rapat koordinasi (rakor) Forkompimda di Lantai 8 Gedung Moch Ihsan, Kompleks Balai Kota Semarang, Selasa (6/4/2021).

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, point-point kelonggaran untuk PPKM ini seperti jam operasional bagi pelaku usaha, hiburan, pedagang kaki lima, hingga kegiatan sosial budaya masyarakat.

“Mal yang kemarin harus tutup pukul 21.00, kita berikan kelonggaran sampai pukul 22.00. Sementara PKL, warung makan, tempat hiburan, minimarket, kafe tadinya pukul 23.00 kita longgarkan lagi sampai pukul 24.00,” katanya, dikutip dari Jawa Pos Radar Semarang.

Hendi – sapaan akrabnya–menjelaskan, untuk kegiatan pernikahan misalnya. Jika dahulu hanya diperbolehkan 100 orang atau 50 persen dari kapasitas, kini naik menjadi 200 orang setiap sesi. Aturan baru ini mulai berlaku hari ini Rabu (7/4/2021).

“Intinya kelonggaran ini untuk menggeliatkan perekonomian, namun perlu digarisbawahi harus diterapkan dengan protokol kesehatan ketat,” bebernya.

Sementara untuk kegiatan keagamaan seperti salat tarawih berjamaah di masjid maupun musala, saat ini juga diperbolehkan dengan catatan membatasi jumlah jamaah sebesar 50 persen dari kapasitas yang ada, serta menerapkan sistem jaga jarak.

“Kegiatan sosial, budaya, dan kegaamaan ini boleh, sekali lagi dengan protokol kesehatan,” katanya.

Untuk tarawih keliling yang biasanya dilakukan Pemkot Semarang sebelum pandemi, tahun ini rencana tarawih keliling tetap dilakukan namun tingkatannya lebih kecil, yakni di Forkompimda saja.

Komentar

VIDEO TERKINI