Organda Wonogiri Minta Aturan Mudik Juga Rambah Mobil Pribadi

April 5, 2021

WONOGIRI, RAKYATJATENG – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Wonogiri Jawa Tengah minta pemerintah bersikap adil soal larangan mudik. Bila aturan ini diberlakukan maka harus bersikap adil. Semua angkutan umum harus berhenti beroperasi.

Ketua Organda Wonogiri Edi Purwanto mengatakan, berkaca pada larangan mudik tahun lalu, masih banyak kendaraan yang mengangkut perantau pulang kampung. Terutama travel dan mobil rental. Perusahaan otobus (PO) jelas dirugikan atas aturan ini.

“Tahun lalu banyak yang lolos. Ada yang satu mobil diisi sembilan orang. Kalau untuk bus malah mudah diatur. Ada hand sanitizer, busnya disemprot desinfektan dan lain-lain. Tahun lalu sopir dan kru tidak dapat apa-apa,” kata Edi Purwanto.

Dia menambahkan, jika mudik Lebaran tahun ini ditiadakan harapannya semua moda transportasi harus dilarang. Mulai kereta api, pesawat, mobil rental atau travel hingga kapal. Dengan begitu, semuanya mendapatkan keadilan. Bahkan dinilai perlu melakukan pembatasan akses seperti jalan tol dan lainnya.

“Kalau tidak begitu kami yang taat seperti organda di daerah cuma bisa nyawang kena dampaknya,” kata dia.

Misal mudik tahun lalu masih ada yang kucing-kucingan. Melihat kondisi ini mending mudik diperbolehkan saja. Tinggal mempersiapkan protokol kesehatnnya. Seperti pemasangan fasilitas GeNose di terminal tipe A untuk deteksi dini.

“Yang jadi sorotan atau dianggap salah jangan angkutan darat (bus) saja. Moda transportasi lain juga harus diperhatikan,” kata dia.

Edi berharap pemerintah memberi toleransi mudik diperbolehkan agar bisa menggerakkan ekonomi daerah. “Kami taati aturan protokol kesehatan. Ada toleransi lah agar tetap bisa mudik,” kata dia.

Di sisi lain lonjakan kedatangan kaum boro dari Jakarta dan sekitarnya terlihat pekan kemarin. Mereka menggunakan jasa transportasi bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

Komentar

VIDEO TERKINI