Purnama di Koruki; Prihatin Pernik Kebudayaan Desa Makin Menghilang

Maret 21, 2021

DEMAK, RAKYATJATENG – Komunitas Rumah Kita (Koruki) Demak, Jawa Tengah, rutin menggelar acara yang diberi nama Purnama di Koruki. Kali ini Koruki mengadakan diskusi budaya yang mengambil tema “Pemajuan Kebudayaan Desa melalui Komunitas Budaya”, Sabtu (20/3/2021) malam.

Acara yang digelar dengan menggandeng Forum Wartawan Online Demak (Forwonede) itu menghadirkan pegiat budaya asal Kudus Ahmad Zaini, Ketua Kampung Budaya Piji Wetan dan Nur Wahid pemerhati perkembangan budaya di Demak yang juga Wakil Ketua DPRD Demak.

Dalam sambutannya, Ketua Forwonede Wahib berharap kegiatan bersama antara Forwonede dengan Koruki dapat bermanfaat dan bisa memberikan inspirasi bagi masyarakat yang peduli dengan budaya desa.

“Kita prihatin karena pernik kebudayaan desa makin menghilang tergerus zaman digital yang serba instan dan aplikatif,” kata Wahib.

Kelestarian budaya desa, sambung Wahib, harus kita jaga bersama sama agar tidak punah. Salah satu caranya adalah komitmen bersama dalam menumbuhkan semangat juang dalam nguri uri budaya kampung tersebut.

“Pemerintah daerah dan dewan harus peduli juga dengan memberikan anggaran untuk kegiatan kebudayaan,” tandas Wahib.

Diskusi budaya yang dipandu oleh Wisnu pegiat seni Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang itu berlangsung secara gayeng. Suasana terasa cair dan mengalir diselingi humor segar, sehingga diskusi di markas Koruki, Dukuh Gebyok, Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Demak, itu memakan waktu hingga tengah malam.

Ahmad Zaini atau yang akrab disapa Jesy Segitiga memaparkan bagaimana proses terbentuknya Kampung Budaya Piji Wetan yang berada di wilayah Desa Lau, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Jesy yang juga Wakil Ketua Lesbumi NU Kudus mengatakan bahwa tak mudah untuk bisa mewujudkan mimpi menjadi kampung budaya yang solid. Tetapi berkat kerja sama dan solidaritas warga yang memiliki visi sama maka segala kendala bisa dilalui.

Komentar

VIDEO TERKINI